Saya menggunakan kata “Kesalahan”, karena hal itu yang sering dikatakan kawan-kawan saya yang belum berhasil dalam Ujian Profesi Advokat. Bagi Rekan-rekan yang akan menghadapi Ujian Profesi Advokat sehingga tidak mengalami kesalahan seperti yang dialami para kawan Saya, penting untuk menghindari hal-hal berikut : 

1. Tidak Mempersiapkan dengan Belajar

Bro & Sis ini seleksi masuk untuk jadi Advokat, jadi pastilah tidaklah mudah. Walaupun ketika Kuliah, semua mata kuliah Hukum Acara disabet dengan Nilai A, itu tidak menjadi jaminan anda bisa menjawab soal-soal ujian profesi Advokat. Senior saya juga pernah bilang buat apaan sih belajar, tooh setiap hari kerjanya juga tanganin kasus malah sudah advokasi RUU KUHAP, hal ini malah menjadi kendala bagi para peserta dengan latar belakang praktisi, karena tidak semua apa yang dihadapi dilapangan tidak sesuai dengan apa yang diatur. 

2. Belajar Hanya untuk Ujian Advokat (maksudnya?)

Banyak para calon advokat yang kedepan mengincar dibidang cooperate sehingga belajar hukum acara hanya sekedarnya saja. Pandangan seperti itu akan mengakibatkan anda tidak serius dalam menggali materi-materi yang akan di Uji. sekali lagi ini Ujian Advokat, masyarakat menganggap anda bisa mengatasi permasalahan hukum yang sedang dihadapinya. Apabila memang sudah menjadi Advokat dan menghadapi masalah yang bukan bidang yang sedang kita kerjakan, Kita dapat merekomendasikan rekan kita, namun setidaknya anda paham terkait hukum acara dan pembedaanya, karena sangat menggelikan bila kita merekomendasikan tetangga kita yang beraga kristen untuk bercerai di pengadilan agama.

3. Terjebak dengan Latihan Soal 

Pola belajar yang banyak digunakan oleh para calon peserta adalah melahap sebanyak-banyaknya contoh-contoh soal / latihan soal, sampai detik2 terakhir sebelum soal dibagikan masih ada peserta yang membaca latihan soal. Beberapa Kawan merasa percaya diri yang berlebihan dengan menggap nilai-nilainya di berbagai tryout sudah tinggi dari nilai rata-rata untuk lulus ujian. sekedar informasi dari orang dalam PERADI, mereka sangat merahasiakan soal-soal ujian tahun sebelumnya, setiap ujian team pembuat soal adalah orang baru, jadi jangan terlalu percaya bila anda menemukan soal Ujian Advokat tahun-tahun sebelumnya. Memang terdengar beberapa soal yang anda dapatkan dilatihan soal dengan yang di uji hampir-hampir sama atau sama, namun anda harus tetap berhati-hati karena kemungkinan ada jebakan disana.

Bagaimana Menggunakan Latihan Soal? Latihan soal sangat baik untuk anda khususnya yang malas membaca buku Yahyaharahap dengan dua jilid besar-besar atau membaca undang-undang. Jadikan latihan soal sebagai pintu masuk anda untuk mengecek suatu peraturan atau asas-asas hukum dan tidak hanya berhenti ketika menemukan jawabannya. 

4. Tidak Teliti

Ujian Profesi Advokat di Indonesia 70% didasari dari soal-soal pilihan ganda. Soal yang tricky, mengecoh dan menjebak akan banyak ditemui, (hal ini yang juga minim ditemukan di berbagai latiha soal). Ketelitian anda membaca soal menjadi penting setelah memahami soalnya baru temukan jawabannya yang paling tepat (bukan hanya sekedar tepat), dasari jawaban anda dari aturan bukan karena praktek, kebiasaan atau malah bisikan sebelah. Ketika anda sudah menjadi advokat seluruh pendapat hukum anda akan didasari alasan hukum yang kuat. 

5. Masalah Teknis

Belajar sudah, menguasai aturan dan asas-asas hukum sudah, namun karena anda lupa tulis nama, lupa tulis nomor lupa tanda tangan, salah menggunakan pensil, terlambat dll akan membuat anda masuk dalam kategori orang yang belum berhasil dalam ujian Advokat. Baca secara teliti petunjuk pengisian, bila ada keraguan dengan kertas jawaban segera minta ganti. Akan adan ratusan ribu jawaban yang akan diperiksa secara komputerisasi, para pemeriksa tidak akan mengakomidir kesalahan tidak ada nama, tidak ada nomor ujian dll.

Itu saja dulu berbagai kesalahan atau hal-hal yang harus dihidari ketika menghadapi ujian profesi advokat. Saya yakin kawan-kawan pembaca dapat menambahkan berbagai kesalahan atau hal-hal yang harus dihindari, karena saya hanya satu kali menghadapi ujian advokat. 

 

Kedepan setelah musim ujian selesai saya akan tulis, berbagai alasan yang sering digunakan orang yang belum berhasil dalam Ujian Advokat, mungkin akan bermanfaat bagi kawan-kawan yang belum berhasil