Tags

, , , , , , ,


5195_94339973074_7230576_nSaya sering mendapat cerita / alasan dari beberapa kawan, kenapa mereka gagal untuk lulus ujian profesi advokat yang diselenggarakan oleh PERADI. Walaupun suatu kelulusan ujian profesi advokat ditentukan oleh PERADI dengan menggunakan skor nilai tertentu, namun faktanya banyak kawan yang terlihat mumpuni namun gagal. Bagi, Kawan-kawan yang akan mengikuti ujian profesi Advokat yang akan diselenggarakan oleh PERADI pada 23 Maret 2013, ada baiknya  saya bagi informasi penyebab kegagalan dalam Ujian Profesi Advokat:

Minimnya Persiapan

Umumnya beberapa Kawan saya mengatakan tidak ada persiapan yang cukup untuk menghadapi Ujian Profesi Advokat, entah karena alasan bekerja, sibuk ngurusin anak, aktifitas diluar dll. Memang tidak mudah untuk menghadapi soal-soal Ujian Profesi Advokat yang beraneka ragam. Saya berharap Kawan-kawan yang akan mengikuti Ujian Profesi Advokat 2013 sudah mempersiapkan . Beberapa Kawan yang supersibuk membuat rangkuman dari materi2 yang diuji untuk dapat dibaca ketika pulang kantor dan menyempatkan hadir dalam belajar kelompok untuk membahas soal-soal Ujian Profesi Advokat

Lupa Menulis Nama/ Nomor Ujian / tanda tangan dll

Pada saat selesai mengikuti ujian, ada kawan saya yang berwajah muram, ketika Saya tanyakan ternyata beliau lupa menuliskan nomor ujiannya. Saya coba membesarkan hatinya dengan mengatakan “yang penting nama loe ada, mudah-mudahanan gak masalah”, tapi toh ketika pengumuman kawan Saya itu tidak lulus, walau Saya yakin kemampuanya diatas rata-rata.

Walaupun terlihat sepele, namun kesalah seperti  ini sangat fatal. Sebaik apapun anda menjawab soal Ujian Profesi Advokat, namun bila Anda lupa mengisi persyaratan formil ujian akan menjadi percuma. Sebelum anda membaca soal ada baiknya melaksanakan petunjuk Ujian Profesi Advokat, begitupula ketika selesai, disempatkan untuk dicek apakah seluruh petunjuk sudah dilaksanakan. Apabila ada keraguaan, segera tanyakan dengan panitia.

INGAT : umumnya ada dua soal dalam Ujian Profesi Advokat, keduanya harus ditulis kembali nama, nomor ujian, tanda tangan dll.

Menjawab dua Soal Esai dalam Ujian Profesi Advokat

Ketika para peserta selesai ujian, beberapa kawan mengobrol tentang soal esay mana yang dipilih dan ternyata ada kawan yang mengerjakan kedua soal esay (hukum acara perdata dan Alternatife penyelesaiaan sengketa) walaupun sampai saat ini tidak jelas bagaimana penilaiaan ketika kedua soal tersebut dikerjakan, namun rumor yang beredar Panitia akan mengambil nilai yang terendah dari soal yang dikerjakan. Apapun rumornya namun dengan mengerjakan kedua soal tersebut mengakibatkan Kita tidak maksimal. Oleh karena itu sebelum ujian sudah memilih mau mengerjakan esay hukum acara perdata atau alternatife penyelesaiaan sengkata.

Tulisan Tidak Terbaca

Beberapa kawan yang sudah biasa mengetik sepertinya lupa bagaimana cara menulis dengan tangan, atau memang dasarnya tulisannya hanya bisa dibaca oleh si penulisnya sendiri, atau ketika selesai si Penulis bingung sendiri dengan tulisannya.

Berbeda dengan pemeriksaan ujian yang bersifat pilihan berganda yang menggunakan mesin. Pemeriksaan ujian esay harus dibaca satu-persatu oleh penilai dan tentunya tidak hanya jawaban ujian anda saja yang dibaca namun ada berpuluh-puluh atau beratus jawaban ujian esay. Bila tulisan Anda suli dibaca, mungkin penilai langsung mencoret jawaban esay anda.  Ada baiknya Anda melatih tulisan tangan untuk membuat surat kuasa dan gugatan (soal hukum acara perdata)

Ketidak sesuaiaan antara nama dalam KTP, Ijazah, Sertifikat PKPA, Kartu Ujian

Belum lama ini ada kawan dari Lampung yang meminta bantuan untuk mengurus perubahan nama disertifikat PKPA. Menurut beliau kesalahan nama di sertifikat mengakibatkan dirinya tidak lulus Ujian Profesi Advokat selama dua kali berturut-turut. Sebenarnya untuk alasan ini Saya antara percaya atau tidak, namun bila dilihat kemampuanya Saya pikir kemampuanya diatas rata-rata.

Apabila ada kawan yang mengalami hal yang sama, ada baiknya jauh-jauh hari untuk mengurus penyatuan nama antara di KTP, Ijazah, Sertifikat PKPA dan kartu Ujian Profesi Advokat, sehingga tidak bingung nama mana yang mau dituliskan dalam kertas soal. Begitupula dengan nomor sertifikat PKPA dan nomor ujian

Alasan lain namun umum yang sering dijawab ketika Saya Tanya sudah lulus ujian adalah “TIDAK IKUT UJIAN”, kalau alasan tersebut sepertinya tidak perlu dijelaskan. Sudah pasti bila anda tidak ikut ujian, entah karena tidak mendaftar, lupa mendaftar atau telat sehingga tidak mengikuti ujian maka sudah pasti anda tidak lulus.

Kawan-kawan yang mau mengikuti Ujian Profesi Advokat, boleh percaya boleh tidak terhadap alasan-alasan tersebut, atau ada alasan lain yang penting untuk dibagi kepada kawan-kawan yang mau mengikuti ujian, bisa dituliskan dalam komentar

Baca juga :

Soal Ujian PERADI dan Kiat-Kiat menghadapinya

Contoh Soal Ujian Advokat PERDATA

Contoh Soal Ujian Kode Etik Advokat

Surat Sakti Lulus Ujian Advokat