Upaya masyarakat sipil untuk menyampaikan pendapat dimuka umum perihal tanaman ganja sekaligus peringatan Global Marijuana March (GMM) terus menerus menuai hambatan, aksi yang semula akan dilangsungkan di Bundaran Hotel HI, dipaksa dipindah ke Bundaran Patung Kuda, dan terus menerus dipindah. Pihak kepolisiaan yang seharusnya memberikan perlindungan kepada warga negaranya yang menyampaikan pendapat dimuka umum, lebih suka mengamankan tamu-tamu negara yang mengahamburkan uang pajak warga negara dengan cara mengadakan KTT ASEAN ditempat-tempat mewah, “karena demi keamanan dan kenyamanan para tamu prioritas. Ini juga untuk menjaga kredibilitas negara kita,” ucap Baharudin, Kamis (5/5/2011), di Polda Metro Jaya” dan mencoba untuk menghalang-halangi upaya kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Namun upaya gerakan masyarakat sipil untuk menyampaikan pendapat tidak mudah padam, sore tadi saya mendapat informasi penyampaiaan pendapat dimuka umum tentang tanaman ganja dan peringatan GMM akan dilaksanakan di depan Tugu tani pukul 8 pagi waktu Jakarta dengan  mengusung tema mendorong pemerintah Indonesia melakukan penelitian objektif terhadap tanaman ganja.

Mungkin bagi sebagian pembaca masih memandang nyiyir terhadap pendapat mereka untuk melegalisasi ganja, dengan berbagai doktrin yang sudah ditanam diotak. Saya bukan pengguna ganja, tapi saya menghargai upaya mereka dalam menyampaikan pendapat dimuka umum soal gagasan mereka, dan mencoba memahami dan mengerti apa, bagaimana dan kenapa pendapat mereka menjadi penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

Sedikit saya ulas tentang apa itu Global Marijuana March yang saya ambil dari yang saya ambil dari http://indoganja.blogspot.com/, sehingga bila kita ingin berpartisipasi kita bisa tahu sejarahnya atau setidaknya ini memperkaya wawasan kita.

Global Marijuana March (GMM) adalah sebuah perayaan tahunan yang diadakan di lokasi yang berbeda di seluruh dunia. Event ini diselenggarakan untuk memperingati hari perjuangan legalisasi ganja yang biasa dilakukan pada Sabtu pertama bulan Mei, atau akhir pekan, atau di sekitar bulan itu yang dapat berupa pawai, rapat, demonstrasi, rave, konser, festival dan informasi mengenai tanaman ganja.

GMM merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat dunia yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi pada pengguna ganja. Selama acara berlangsung, peserta akan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pemanfaatan tanaman ganja untuk keperluan medis dan industri.

Global Marijuana March disebut juga dengan nama Million Marijuana March (MMM). Perayaan ini pertama kali diadakan tahun 1999. Sekitar 600 kota dari berbagai negara di seluruh dunia telah mendaftarkan diri sejak tahun 1999. Ada beberapa nama lokal untuk aktivitas ini, seperti: World Cannabis Day, Cannabis Liberation Day, Global Space Odyssey, Ganja Day, J Day, Million Blunts March,, dll.

Salah satu penyelenggara utama sejak tahun 1999 adalah Dana Beal dengan “Cures-Not-Wars.org” nya. Penyelenggara utama lain adalah majalah “CannabisCulture.com”. Baik Cannabis Culture maupun Dana Beal keduanya telah menyebarluaskan ribuan poster GMM-MMM ke seluruh dunia selama bertahun-tahun.

Peristiwa menurut negara

Indonesia 

Peringatan Global Marijuana March terakhir kali diadakan pada 1 mei 2010. peserta long march berjalan kaki dari arah Bundaran Hotel Indonesia ke  Sarinah Thamrin sambil mengusung spanduk dan membagi-bagikan selebaran yang isinya tentang fakta objectif mengenai tanaman ganja. Ganja yang selama ini dianggap sebagai barang yang berbahaya ternyata memiliki nilai tinggi jika digunakan untuk obat-obatan, industry kertas dan fiber (hemp). Pada event tahun 2010 aksi theaterikal dari teman-teman kampus IKJ turut meramaikan acara long march di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta

Peringatan GMM 2010 mengangkat tema “its time for us to Open our eyes Long March To Freedom” dalam aksi tersebut beberapa hal yang diusung yakni “jadikan ganja sebagai Komuditas Industri dan Pertanian” “Keluarkan ganja dari Golongan Narkotika”, “Ganja bukanlah narkotika tapi tanaman penuh etika” dll.


Toronto, Ontario, Canada.

Perayaan GMM di Queen’s Park di Toronto Canada merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak pertama kali tahun 1999. Sebanyak 20.000 orang turun ke jalan pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 sekitar 15.000 orang turun ke jalan meskipun hujan. Pada acara bulan Mei 2009 sekitar 12.000 orang memenuhi halaman utara Queen’s Park dengan sekitar 5.000 orang turut berpartisipasi pada pawai jam 2 siang tentang dekriminalisasi ganja. Pada tahun 2010 lebih dari 40.000 orang datang ke Queen’s Park. Parade ini merupakan event ganja terbesar sepanjang sejarah Global Marijuana March di Canada dan menjadi peristiwa Global Marijuana terbesar dari semua kota yang berpartisipasi.

Regina, Saskatchewan

Perayaan ini di mulai sejak bulan Mei tahun 1999 di Saskatchewan Legislature. Tetapi mulai bulan Mei 2001 perayaan tersebut di gelar di Victoria Park, di tengah pusat kota Regina, sampai akhirnya tahun 2008 ketika terjadi perubahan kebijakan dari penyelenggara perizinan kota yang memaksa mereka untuk mengubah lokasi ke Central Park.

Acara ini menampilkan live music yang di gabung dengan acara diskusi mengenai berbagai topik, terutama tentang permasalahan yang terkait dengan ganja. Sebagai contoh, di tahun 2007-2008 acara ini menampilkan Jim Elliott, anggota dewan dari konsulat Canada, yang kerap kali menghubungkan pelarangan ganja dengan isu seputar kemerdekaan Canada dari Amerika Serikat, dan menggunakan kasus Marc Emery sebagai contoh adanya campur tangan pemerintah AS dalam masalah ini.

Selandia Baru

Perayaan hari J Day dirayakan di beberapa kota besar di Selandia Baru:

Dunedin

Hari J Day di Dunedin dirayakan di tengah kota The Octagon pada hari Sabtu minggu pertama bulan Mei 2 thn 2009. Acara di mulai dari tengah hari sampai jam 04:20. Dunedin ini bisa dibilang kota pertama di dunia yang merayakankan acara GMM. Partisipan lokal yang menamakan dirinya ‘4: 20 Extreme’, Mereka mendaki jalan Baldwin Street untuk bertemu di atas pada 04:20. Menariknya, Hari J berketepatan dengan acara parade dari Universitas Otago. Mereka bersama menghadiri upacara kelulusan mahasiswa sambil menyusuri jalan utama dalam perjalanan mereka menuju perayaan di Town Hall.

Dunedin menjadi kota yang terkenal sejak festival hari J Day yang berlangsung pada tahun 2003. Ketika itu sekitar 50 aktivis berbaris halaman depan kantor polisi Dunedin. Mereka menanam tanaman ganja sambil menghisap ganja sebagai tindakan protes. Acara ini cukup menarik perhatian media lokal maupun internasional karena tidak ada penangkapan yang dilakukan polisi. Kantor polisi di pusat kota Dunedin ini kembali menjadi sorotan media pada hari J Day di tahun 2004 yang mana pada perayaan kali ini di hadiri lebih dari 100 aktivis, sekali lagi tanpa ada penangkapan. Insiden selanjutnya juga diliput oleh media, sehingga komandan area kepolisian Dudedin City, Dave Campbell menegaskan bahwa tidak ada penangkapan dilakukan selama acara tersebut berlangsung dengan alasan, “Masih banyak hal yang lebih penting yang harus kami lakukan” ujarnya di surat kabar harian ‘Otago Daily Times’.

Hari J-Day Internasional thn 2007 di Dunedin menghadirkan pembicara dari bidang politik dan pagelaran musik yang disediakan oleh panitia lokal dan acara ini dihadiri 170 orang. Pada saat menjelang hari J-Day 2008, NORML NZ’s Maryjane Cannabus melakukan tur ke 42 kota antara Auckland dan Dunedin dalam 42 hari untuk memperkenalkan gagasan reformasi hukum marijuana. The Cannabus tiba di Dunedin, sebuah kota di Selandia Baru yang akrab dengan ganja pada tanggal 25 April selama seminggu dalam event ‘Cannabis Awareness Week’ . Kegiatan ini diselenggarakan oleh Otago NORML dengan menampilkan lokakarya publik dan informasi ilmiah. Acara ini mengambil tempat di Otago University. Dalam sebuah meja bundar mereka berdiskusi dengan menghadirkan akademisi dari beberapa universitas, anggota parlemen, dan peneliti kebijakan. Puncak acara Cannabis Awareness Week terjadi hari J-Day tanggal 3 Mei 2008.

Tahun 2008 J-Day di Dunedin sangat ramai meskipun hujan es di pagi hari. Lebih dari 500 pendukung berpartisipasi dalam acara ini, menikmati permainan, hadiah, pidato politik dan musik dari Bushmaster dan Abu Eden.

 New York City, Amerika Serikat

Pada acara Million Marijuana March yang di selenggarakan di New York City tahun 1999, The Village Voice melaporkan jumlah partisipan dalam kegiatan tersebut menurut perkiraan kepolisian dan hitungan penyelenggara acara. Polisi mengatakan jumlah kerumunan berkisar 4000 orang sedangkan penyelenggara mengatakan 20.000 orang.

Dallas, Texas

Perayaan Global Marijuana March di kota Dallas, Texas pada tahun 2008 jumlah peserta yang hadir dua kali lipat lebih banyak dari GMM sebelumnya tahun 2007. Lebih dari 100 peserta berkumpul antara jam 12:00 – 13:00, mereka berjalan dari Earle Cabell Federal Building menuju Commerce St, ke Dealey Plaza, di mana mereka melakukan aksi protes di Grassy Knoll, lalu ke West End, dan bergadung dalam sebuah acara festival di Cinco de Mayo. Mereka kemudian berjalan kembali ke Gedung Federal. Ini diulangi pada jam 15:00. Acara ini disponsori oleh DFW NORML dan pada acara tersebut, Barry Cooper (dosen) mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Senat AS dengan platform Pro-Dekriminalisasi (cpt).

Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Ganja dan upaya-upaya mereka dalam membuka mata kita soal tanaman ganja bisa kunjungi : http://www.legalisasiganja.com/