Tags

, , , , , , ,


Membaca artikel di hukum online dengan judul “pengacara dipenjara gara-gra siksa kuda” saya menemukan keindahan suatu putusan hakim, bukan karena pengacara dan istrinya akhirnya dipenjara dan diharuskan membayar denda, namun bentuk pola penjatuhan putusan hakim dimana sang pengacara dan istrinya harus menjalani waktu hukuman yang berbeda dengan alasan agar suami istri tersebut dapat secara bergantiaan menjaga anaknya yang masih remaja.

Pada putusan tersebut hakim tidak hanya memberikan perlindungan kepada hewan piaraaan (kuda yang mereka miliki) namun juga tegas menghukum seorang pengacara yang notabenya masuk dalam kategori rekan, namun yang lebih penting hakim tidak mengabikan hak anaknya untuk mendapatkan perlindungan dan perhatiaan dari kedua orang tuanya karena, orangtuanya bergantiaan menjalani masa hukuman mereka.

di Indonesia saya pernah melihat ada kasus yang sama dimana sepasang suami istri dipidana dengan waktu yang sama , padahal anak mereka masih tergolong belum dewasa, sehingga kedua orangtua tidak bisa memberikan perhatiaan dan perlindungan secara penuh terhadap anak terpidana. Semoga putusan ini dapat menggugah Hakim di Indonesia, agar dalam mengambil keputusan selain tegas juga  memperhatikan memperhatikan nasib tanggungan terpidana terutama anak tanpa mengabaikan hak korban.