Tidak seperti ratifikasi konvensi lainya yang menggunakan undang-undang, Konvensi internasional hak-hak anak diratifikasi oleh Indonesia melalui Keputusan Presiden No 36 Tahun 1990, yang ditetapkan pada 25 Agustus oleh Presiden Soeharto. Untuk memperkuat pengakuaan hak anak, pemerintah Indonesia kemudiaan mengeluarkan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan banyak lagi peraturan yang memberikan aturan yang didalamnya secara khusus mengatur hak anak;

Tanggal 23 Juli yang dijadikan peringatan hari anak sejak dikeluarkanya Keputusan Presiden No 44 Tahun 1984, walaupun secara internasional Majelis Umum PBB lewat sebuah resolusi menyatakan 20 November sebagai hari anak internasional. Lepas dari perbedaan penentuan hari anak nasional dan Internasional, saya sebagai seorang ayah yang baru memiliki seorang anak melihat khawatir penanganan hak anak di Indonesia. Walaupun dari pelatihan HAM yang pernah saya ikuti yang membahas mengenai hak anak, saya menyimpulkan pemenuhan hak anak dilakukan oleh negara dengan mempertimbangkan kedaulatan orang tua, walaupun dari beberapa lini kewenangan orang tua bisa diabaikan oleh negara, dan tetap dibutuhkanya pengaruh negara dalam hal-hal tertentu.

Namun walupun Indonesia telah meratifikasi hak-hak anak sejak tahun 1990 dan secara khusus sudah ada hari anak nasional tahun 1984, namun sampai saat ini masih banyak permasalahan mengenai anak, antara lain

  1. Hak Pendidikan

Walaupun pada usia tertentu pendidikan keluarga merupakan hal yang penting namun untuk pemenuhan pendidikan dasar adalah tanggung jawab negara, hal ini dikarenakan peran negara untuk mencerdaskan bangsa (hal ini sering diulang-ulang oleh TVRI). Walaupun konstitusi kita telah mewajibkan 20 persent anggaran untuk pendidikan, dengan harapan pendidikan dasar menjadi tanggung jawab negara (baca pendidikan dasar geratis) namun dibeberapa sekolah dasar masih ada yang menerapkan pembayaran untuk SPP, biaya gedung, biaya seragam, biaya buku, fasilitas sekolah dll, yang bila dihutung bebannya sama sebelum adanya pengkhususan anggaran. Jadi kemanakah larinya 20 percent anggaran tersebut???

Perlindungan eksploitasi anak

Di Jalan-jalan masih sering terlihat anak-anak yang mencari nafkah baik dengan kesadaran sendiri, dipaksa maupun terpaksa karena dibawa oleh orang untuk menjadi calo three in one, masyarakat yang melihat kondisi tersebut banyak yang membantu dengan memberikan uang, mendirikan rumah singgah, sekolah geratis dll. Namun apa yang dilakukan oleh negara??? Negara mengeluarkan satpol PP untuk menangkap anak-anak tersebut sampai melakukan pemeriksaan dubur anak jalanan

Anak yang terlibat hukum

Walaupun sudah ada UU Pengadilan anak, namun pelaksanannya masih jauh dari harapan, penanganan kadang masih menggunakan hukum acara untuk orang dewasa, dibeberapa tempat malah masih menggabungkan penahanan anak dengan dewasa, seperti kasus Raju di Medan

Hak anak untuk mendapat informasi

Media informasi yang begitu gencar saat ini, sudah mengabaikan hak anak. Bayangkan saja pagi-pagi anak sudah disodori berita ciuman krisdayanti dengan raulā€¦

Sebenarnya bila diuraikan masih banyak lagi bentuk pelanggaran hak anak, semoga peringatan hari anak nasional tidak hanya sebuah peringatan ceremonial namun juga menjadi bahan evaluativ penanganan negara terhadap anak.