Iseng ketika makan siang di kantor, saya membaca Koran kompas yang menurunkan berita “MA perintahkan ambil sumpah calon advokat”, kegimbaraan itu semakin menjadi ketika saya membaca kutipan wawancara anggota dewan kehormatan PERADI mas Sugeng Teguh Santoso yang menyatakan akan mengirimkan surat pengusulan pengambilan sumpah 2.100 calon advokat ke Pegadilan Tinggi DKI Jakarta”

Bagi saya walaupun berita tersebut harus dibuktikan dan ditagih janjinya, namun hal tersebut merupakan suatu harapan yang harus diperjuangkan bagi calon advokat, setelah Pasca dilakukannya penandatangan MOU antara peradi dan KAI (lihat bersatunya-organisasi-advokat-peradi-kai) dimana tertanggal 25 Juni 2010 Mahkamah Agung Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 082/KMA/VI/2010 yang berisi pencabutan Keputusan MA No 052/KMA/V/2009 yang dikeluarkan pada 1 Mei 2009 (lihat keputusan MA No 052/KMA/V/2009) hal ini ditegaskan juga dalam wawancara dengan Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi yang menyatakan “ ya ada suratnya, memerintahkan untuk melakukan pengambilan sumpah. Suratnya sudah diedarkan ke semua Pengadilan Tinggi”.

Namun sore ini saya juga dibuat kaget dengan berita puluhan calon advokat dar KAI yang mendatangi kantor MA, menurut primair online dikarenakan “terkait dikeluarkannya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 089 Tahun 2010 kepada Ketua Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia yang menyatakan hanya Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sebagai wadah tunggal advokat, namun Hakim Agung Rhengena Purba dan Kepala Biro Hukum dan Humas Nurhadi yang berhasil ditemui. “Hasil kesepakatannya bahwa tidak ada anggota KAI yang dijegal untuk beracara. Dia (MA) minta waktu satu minggu untuk melakukan rapat pimpinan meninjau kembali SEMA itu. Itu menurut Humasnya,”

Semoga mimpi dan harapan calon advokat untuk disumpah sesuai dengan UU Advokat tidak pupus karena keegoisan masing masing organisasi calon advokat.

sumber :
1. Harian Kompas 14 Juli 2010, halaman 2 Kolom 5
2. http://www.primaironline.com/