monsters-ball
Monster’s Ball adalah film yang di sutradai oleh Marc Foster dan di- Poduseeri oleh Lee Daniels. Film ini berlatar belakang di Amerika Selatan yang menggambarkan kisah hidup seorang rasis berkulit putih yang bernama Hank, yang diperankan oleh Billy Bob Thorton, dimana ia berkerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan Johnson. Hank lahir dikeluarga kulit putih dan dibesarkan oleh ayahnya yang mengajarka untuk membenci ras kulit hitam. Ayahnya acapkali menyuruh Hank untuk mengusir anak-anak afrika-amerika yang bermain dihalam rumahnya.

Seperti generasi dikeluarganya Hank mendidik anaknya agar menggeluti pekerjaan sebagai sipir dengan benar. Sebagai seorang sipir Hank tidak hanya berkerja mengawasi kehidupan di lembaga pemasyarakatan tetapi juga melakukan persiapan hukuman mati bagi para narapidana yang divonis mati. Suatu saat Hank dan anaknya harus memepersiapkan hukuman mati seorang Afro bernama Lawrence (diperankan oleh sean combs), yang memiliki seorang istri dan seorang anak yang obesitas.

Karena beban psikologis yang berat dan tekanan dari Hank, agar anaknya bekerja dengan baik tanpa ada kesalahan. Hank harus menghadapi kematian yang tragis dari anaknya, dimana anaknya melakukan bunuh diri dihadapannya. Hank merasa bahwa kehidupannya sebagai seorang ayah telah gagal karena terlalu menekan anaknya agar bekerja secara baik. Karena keputusasaan tersebut Hank memilih untuk berhenti berkerja sebagai sipir dan membeli SPBU, walaupun hal tersebut menimbulkan kekecewaan dari ayahnya.

Suatu hari ketika hujan deras, Hank melihat seorang wanita berkulit hitam bernama Leticia (dipernakan oleh Halle Berry), yang sedang panik memeluk anaknya yang terluka setelah sebuah mobil menabraknya. Melihat keadaan itu, Hank yang seorang rasis mencoba menolong Leticia yang berkulit hitam membawa anaknya kerumah sakit. Namun tim dokter tidak dapat menyelamatkan nyawa anak tersebut. Dengan berat hati Hank mengantar Leticia pulang. Kisah cinta pun terjalin antara dua manusia yang berbeda ras tersebut.

Kisah cinta Hank mendapat penolakan tegas dari ayahnya. Ayahnya memperlakukan wanita Afro sebagai suatu yang biasa dipermainkan oleh lelaki kulit putih. Tidak terima atas perlakukan ayah Hank yang rasis, Leticia meninggalkan Hank dengan rasa marah. Tidak terima perlakukan ayahnya yang menghina kekasihnya, Hank kemudiaan menempatkan ayahnya ke sebuah panti jompo dan membujuk agar Leticia agar mau tetap menerima Hank.

Dengan keadaan terpaksa, karena sewa rumahnya telah habis. Leticia terpaksa menerima ajakan Hank untuk tinggal bersama dirumahnya. Tanpa sepengetahuan Hank, Leticia menemukan gambar Hank dan anaknya yang digambar oleh suaminya ketika masih dipenjara. Rasa cinta dan harapan, mengalahkan kedua insan manusia yang berbeda ras tersebut untuk menjalani hidup mereka berdua, dengan melupakan kenyataan bahwa Hank dan anaknya lah yang mempersiapkan kematian suami Leticia, dan menghilangkan rasa rasis yang ditanamkan dalam diri Hank oleh ayahnya.

Walaupun jalan cerita yang lambat dan tidak ada ritme sehingga penonton akan mudah menebak jalan ceritanya, tetapi film ini sangat dalam menggambarkan tokoh-tokoh dalam film tersebut. Kedalaman penggambaran kondisi tokoh-tokoh yang dimainkan membuat film ini memenangi Academy Awards pada tahun 2002 sebagai actrees terbaik.

Resensi ini dibuat oleh :
Totok Yuli Yanto, ketika sedang mengikuti kursus HAM untuk pengacara tingkat lanjut yang diselenggarakan oleh ELSAM pada tanggal 22 Januari 2009, Di GG House Gadog.