profDihari kedua liburan di Gadog, saya bertemu dengan Prof Sotandyo. tulisan ini bukan membahas materi Hukum HAM Kontemporer yang disampaikan Prof Soetandyo, melainkan kelakar yang dia sampaikan.

Alkisah seorang dokter terkenal disebuah kota. Dokter tersebut mempunyai mantri yang menjadi anak buahnya. karena kehebatan doketer tersebut, setiap hari pasien yang diterima melebihi kapasitas. Untuk menghemat waktu si dokter, maka dokter memberikan perintah kepada anak buahnya agar yang datang diharuskan untuk membuka baju dan celananya, sehingga tidak menghabiskan waktu doketer memeriksa badan dan melakukan penyuntikan bila diperlukan.

sesuai dengan perintah atasannya, sang mantri menerapkan perintah membuka baju dan celananya kepada seluruh pengunjung yang datang. dengan sistem yang baru penerimaan pasien sang dokter menjadi meningkat 2 kali lipat.

Alkisah suatu pagi seorang Salesman obat-obat baru datang ingin menawarkan obat baru kedokter. ketika bertemu sang Mantri, sang salesman ditanya apa tujuan datang, sang salesman menerangkan bahwa dia mau bertemu dokter untuk menawarkan obat-obat baru. teringat pesan atasannya dan tidak mau dianggap sebagai seorang yang menentang perintah atasannya, sang salesman tersebut diminta membuka baju dan celananya. sang salesman mencoba menerangkan, bahwa dia hanya ingin menawarkan obat-obat, tetapi sang mantri tetap bersikukuh agar sang salesman membuka baju dan celananya sesuai dengan perintah atasannya. Perdebatan antara mantri dan salesman obat tersebut menimbulkan keributan, yang terdengar sampai ruang dokter. Dari dalam ruang dokter terdengar suara agar sang salesman untuk menuruti perintah sang mantri.

Dengan berat hati sang salesman obat membuka baju dan celananya, ketika didalam dia tidak menemukan dokter yang ingin dicari. Sang salesman hanya menemukan orang-orang yang tidak mengenakan baju dan celana sedang memperbaiki telpon, dan seorang yang sedang menyapu lantai.