Hukum dan Hak-Hak Manusia

SEMA 3/2011 Penempatan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Rehabilitasi


Siang ini saya mendapatkan kiriman tentang Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 3 Tahun 2011 tentang Penempatan Korban Penyalahgnaan Narkotika di Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Sekilas saya baca SEMA ini memperkuat Pasal 21 ayat (4) KUHAP, Pasal 54 -59 UU Narkotika, Pasal 13 – 14 PP No 25 Tahun 2011 agar Penyalahguna Narkotika yang berhadapan dengan Hukum ditempatkan dalam tempat rehabilitasi medis dan sosial dalam masa proses peradilan, dengan ditambahkan aturan ini, peluang agar penyalahguna narkotika yang sedang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan di lembaga rehabilitasi.

Mari kita semua menganalisis dan melakukan pengawasan terhadap  implementasinya, sehingga penyiksaan dan penghukuman kejam penyalahguna narkotika yang harus berhadapan dengan hukum dapat dihilangkan

Untuk melihat aturannya, silahkan diambil dibawah ini :

SEMA NO 3 Tahun 2011

SEMA No 4 Tahun 2010

PP No 25 Tahun 2011

About these ads
Standard

67 thoughts on “SEMA 3/2011 Penempatan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Rehabilitasi

  1. Jo says:

    Bgmana dgn pemakai narkoba yg sdh divonis 4tahun?apakah ad keadilan?krn sgt tdk dimgknkn penguna narkbo dvonis 4thn!krn penguna narkoba adlh korban dn mereka jg Pelaku ekonomi yg berpenghasilan halal

  2. Jo says:

    Tmbhan komentar jo yg sblmnya:apakah yg sdh divonis 4thn dgn pasal112 penguna bs mengajukan pk?krn bnr dgn dpenjara bkn solusi untk membuat jera!krn didlm lp mlh lebih bebas untk memakai!dn stlh bebas dr penguna bs menjadi Pengedar krn penguna akn kehlgn pekrjaannya!dn bg yg tdk brhenti narkba akn naik peringkatnya menjadi pengedar maupun pengecer!mhn tanggapannya!trima kasih.

    • totokyuliyanto says:

      Sepakat, Penjara tidak akan menyelesaikan peredaran gelap narkoba, dan berpotensi meningkatkan peredaran gelap narkoba. Ada permasalahan yang sangat akut memasukan pecandu kedalam penjara, apalagi dia hanya pengguna (end user). Namun susah menggunakan Sema sebagai alasan PK. Saya pikir harus ada kebijakan baru mengenai ini dan selaras dengan kebijakan menghentikan peredaran gelap narkotika di LP

    • totokyuliyanto says:

      Prinsip PK adalah adanya Novum (bukti baru, yang baru ditemukan setelah putusan memiliki kekuatan hukum) menurut saya SEMA bukan Novum, Sema No 3 hanya menempatkan orang yang sedang proses bukan pada jatuhnya vonis.

  3. willy says:

    saya mau tanya dapatkah napi pasal 112 dgn vonis 6thn yg sdh jalani hukuman 1th 5bln di keluar kan dari penjara untuk di rehabilitasi?thx.

    • totokyuliyanto says:

      Prinsip dalam UU Narkotika semua pecandu wajib rehabilitasi, ada permasalahan yang sangat serius dalam menafsirkan pasal 112, dimana tidak bisa membedakan antara pengguna dan bandar. apabila hanya pengguna (end user) seharusnya tidak perlu masuk penjara, tapi dimasukan tempat rehabilitasi atau rehabilitasi rawat jalan dengan pengawasan, melalui putusan hakim. Namun memang ada kasus pengedar yang sekaligus pecandu, hal tersebut belum banyak mekanisme yang tersedia, namun menurut lapas narkotika harus menyediakan sarana rehabilitasi atau dimasukan ketempat rehabilitasi dahulu baru kemudiaan menjalankan masa hukumannya.

  4. Jo says:

    Jika benar2x pemakai mungkinkah napi yang sudah divonis dn sdh menjalani 1thn untk direhab?4thn sgt tdk manusiawi untk vonis pemakai.kt lht akhr nanti dn sy jamin pemerintah sdg menanam BOM WAKTU untk pemakai dhukum!krn pemakai akan tmbh pntar dn tmbh luas kenalanan dgn bndr2x narkba didlm lp..

    • joe cipi says:

      Kementerian
      berencana melakukan transfer&diversifikasi tahanan.
      Denny menjelaskan upaya
      diversifikasi bisa dilakukan
      terhadap tahanan yang terjerat
      kasus narkoba. “Napi yang
      ditahan karena memakai
      (pengguna) narkoba akan
      dipindahkan ke panti
      rehabilitasi,”sumber:TEMPO.CO23-okt-2011.

  5. joe cipi says:

    sy seorang napi psl 112 dgn bb 0,18gr di vns 4th 3bl,pdhl di BAP sy melanggar psl 127.kami 4 sepekara yg 2 org main suap sidang di SPLIT mrk dijerat psl 127 dgn vns 1th rehab.merasa tdk adil sy banding malah naik jd 6th 3bl.bila bebas nanti dpt kah jaksa nya digugat krn tdk ADIL.trims

  6. Julianto says:

    Lihat akn spt apa indonesia ini kalo pejabat2xnya spt ini terus!pemakai narkba dipenjara?setelah dpenjara bergaul dgn bndar2x,bebas tdk ad pekeqjaan akhrnya jualan narkoba kpd teman2xnya sendiri!jk 1bln ad 200org alumni2x dr lp maka bs dbyangkan berapa byk yg akan terjerumus narkba dr teman2x yg alumni lp!wah bs indonesia jd tpmt plg empuk untk peredaran narkoba!hdp SBY yg sdh mensahkan undang2x narkba br!jadilah kt negara dgn penduduk pemakai narkba jk hal ini dibiarkan tequs

  7. Julianto says:

    Sekarang saya sdh menjalani 1thn3bln…msh hrs jalani lg 1thn3bln!memang keterlaluan org2x yg menerapkan undang2x narkba yg br!sbnrnya sdh bgs undang2xnya tp yg menerapkannya terlalu jahat dan mata duitan!tdk ad uang pelicin tdk mgkn trdakwa pemakai narkba murni direhb!pasti ujung2xnya dpt pasal112 minimal 4thn penjara!pdhl pemakai it hrsnya pasal 127!ya sdh djalani aj dah!mau gmana lg!byk yg tdk brtbt didlm sini!tp jujur sy sm skali ud tdk tertarik!kesemptn yg TUHAN ksh tdk akn ak si2xkan………………

    • totokyuliyanto says:

      Saya turut bersedih apa yang menimpa Mas Julianto, tapi dari Mas masa hukuman yang dijalani hanya 2 tahun 6 bulan (1 thn 3 bln ditambah 1 tahun 3 bulan) mungkin Mas akan menggunakan pembebasan bersyarat, semoga itu berhasil. Kami sedang melakukan berbagai cara agar pendekatan korban napza lebih mengedepankan aspek kesehatan daripada pemidanaan, saya bersedia memposting cerita-cerita dibalik penjara atau rumah tahanan yang berdampak negatif terhadap pengguna narkotika, tentunya segala identitas dirahasiakan, cerita tersebut dapat dikirim ke to_link1782@yahoo.com

  8. leo says:

    Gila, pasal 112 gila… sy seorang pemakai narkoba jenis sabu yang tertangkap tangan dengan bb 1 g, didakwa dgn pasal 112 & 114,divonis pasal 112, 4 tahun 10 bulan. Skrg sy sudah menjalani dan “menikmati” 8 bulan hidup di penjara, sampai saat ini sy jujur saja masih bingung, Sy di luar bekerja halal, sy tidak pernah merugikan orang lain, gara2 kejadian ini, karir yg sy bangun puluhan tahun, tabungan sy, langganan2 sy…. habis. Skrg sy gigit jari terpaksa makan nasi jatah di penjara (bahkan kucing aja nolak) sampai sy bebas…Keluarga sy yg menjadi tanggungan sy… sy dah ga sanggup mikir dan membayangkan entah bagaimana nasib mereka nanti..
    Tragis??? Memang.. tapi ternyata di dalam sini masih banyak yang sama dan bahkan lebih tragis dari sy.. semuanya pemakai yg jadi korban pasal 112.
    Pertanyaan sy,.. buat pemerintah RI pembuat undang2 ini… tujuan anda2 ini apa?? bikin jera?? …ha ha ha… sy balikin deh.. coba anda2 sekalian yg dah kekenyangan makan duit korupsi.. masuk ke sini.. merasakan pahitnya makan nasi jatah… merasakan kehilangan semua milik anda… merasakan pahitnya hidup satu atap dengan maling, copet, rampok, jambret yg ironisnya berganti2 terus karena hukumannya ringan… merasakan pahitnya hidup bersama bandar2 narkoba berduit yg hukumannya sama tapi fasilitas mereka di dalam super mewah (bukan rahasia kalau di dalam penjara hal tersebut bisa dibeli)…
    Pantas dong kalau kemudian anda bertanya… salah saya apa??…

      • advokat IKADIN says:

        Bukan negara yang kurang ajar bung, tapi para Narapidana itu yang kurang ajar, sudah tau narkoba merusak masih saja dikonsumsi, saran saya pasal 112 jangan ber minimum 4 tahun, tapi minimum hukuman mati saja

      • totokyuliyanto says:

        harus dibedakan akibat dari narkotika, pengguna berdampak kerusakan pribadi (ekonomi, kesehatan dll), Pengedar berdampak kerusakan orang lain. kalau kita menyamaratkan antara pengguna dan pengedar, yang untung yah pengedar. kedepan penggunanya berpikiran lebih baik jadi pengedar daripada pengguna

  9. Julianto says:

    Bkn negaranya yg krg ajar!tp pejbt2xnya yg krgajar!skrg cb kt teliti untk kasus angelina sondakh..kasusnya 7.6TRILIUN!!masa dana sebyk it ketua dan ketua umum tdk mengetahuinya?kalau cm 5miliar mgkn dah tdk dketahui!hai kalian pejabat yg ak juluki ‘PENJAHAT BERDASI’kami pemakai narkoba memang slh jalan dn km akui!tp km gentle dan tdk merugikan org lain aplg uang negara!spt yg nuntut sy dn vonis sy!apa kalian lbh baik dr sy?berapa uang negara yg kalian hbskan?sx kr kalian lbh bahaya drpd pemakai naqkoba.

  10. Jul says:

    Pak tulisannya kok ada yg hlg?ya uda kalau gt ak berdoa aja agar para pejabat2x dindonesia ini trmsk presiden diberikan kesehatan,keadialan dlm menjlankan pemerintahan,kejujuran,dan benar2x tulus!kalian adalah pejabat yg dplh rakyat jd tanggung jwbnya sgt besar!jk kalian berkhianat maka kalian para pejabat trima resiko dan dosa krn telah brkhianat dgn bgsa indonesia!biarlah km para pemakai narkba yg tdk pnx uang menjalani dgn ihklas….km bertobat SAY NO TO DRUG!dan berjalan kearah dimana hdp km buat TUHAN!

  11. Jul says:

    Oh ya ad yg lupa!anda tau km para pemakai narkbo sgt berhrp ad perubahan2x hukuman buat km napi pemakai narkba!jk kami pb biayanya tdk sdkt!harus ada penjamin!kasihanilah km!km sdh tdk berdaya!anda tau pb it kalau mau lancr tnpa ditolak harus byr jutaan rupiah!uang dr mana?mhn ada kebijaksanaan untk napi pemakai narkoba!misalkan hanya jalani 2th6bln tnp pb!km ikhlas kok!tp tlg tdk ad pb2xan!krn biayanya mahal!mksh

  12. Jo says:

    Selamat malam!saat ini sdh 1thn3bln sy menjalani pasal 112…kalau misal wkt it sy ada 250jt mgkn skrg sdh diluar!krn pasti sy kena pasal 127…..benar2x perjuangan yg hrs mengandalkan TUHAN!tanpa DIA tdk mgkn kt dpt brthn didlm penjara ini!semua serba minim!dr makanan smpai kesehatan!sakit dksh hanya ctm dan antibiotik 2tablet!hay para bapak bapak km didlm apakah anda tau penderitaan km?tlg buka mata hati anda!trima kasih

    • totokyuliyanto says:

      Sabar bung Jo… seharusnya LP dibuat untuk persiapan kembali kemasyarakat…ambil segi postifnya, tapi kalau memang ada ketidakadilan…mari kita lawan

  13. Yanto says:

    Selamat malam!sy napi pemakai narkoba sdh jalani20bulan!wamenhum ada2x aja dgn memanding semua pb narkoba!apa dia yakin kelakuannya benar?anda tau 4thn untk pemakai narkoba sgt sadis hukumannya!dan apakah bpk deny tau pb dikenakan biaya 1jt300rb perkepala!dari nov thn lalu smpai skrg blm ad pb narkoba yg trn!jk dipanding trus kt lht jadi apa nanti lp diseluruh indonesia!pak deni pb itu byr tau!bkn gratis spt yg anda pikiqkan!wamen br tau dkt tp sdh spt tau byk!cpek dh!aneh2x pejabat pemerintah!

  14. Yanto says:

    Masa anda tdk tau mengenai pembebasan brsyarat atau pb?pokoknya intinya pb it byr dan perkepala 1jt300rb!it blm dibapasnya!dr nov smpai mei 7bln dikali perbulan 30org ajukan pb!jd yg dipanding wamen 210org ditmptku ini!kalau diseluruh indonesia lpnya dipanding semua pbnya!yah…kt lht nanti!tlg smpai kan kemenhum dn wamennya agr jgn trlalu pintar!mudah2xan keluarganya tdk ada yg kena narkoba!trima ksh

    • totokyuliyanto says:

      implementasi yang seperti itu yang saya tunggu, karena secara aturan tidak bayar, sayang kekuasaan Lapas begitu besar sehingga bisa menentukan mana yang dapat PB mana yang harus mendekam walapun sudah habis masa hukumannya. Kalaupun Menhukam atau wakilmya, punya keluarga yg kena narkoba pasti bebas ditempat atau perlakuaan khusus kayak anaknya Rano Karno

  15. jakobus says:

    bang sy mau tanya kpn pelaksanaan asimilasi rehabilitasi napi pemakai narkoba (pasal 112).apa bnr ada pemberlakuan 2/5?

    • totokyuliyanto says:

      Hal tersebut diatur oleh menteri Hukum dan HAM, namun saya yakin lambat launMereka akan sadar, bahwa penjara bukan tempat yang tepat bagi pengguna narkotika, dan malah membuat lapas overcrowded

  16. asiun says:

    Kami para pemakai narkoba tidak semuanya pesakitan. Di luar kami bekerja yang benar, tidak mencuri, tidak menipu, walaupun sedikit kami juga berperan dalam membangun indonesia, kami membayar pajak. Tapi ketika kami salah jalan, kami sakit, kami kecanduan narkoba, kami ditangkap polisi, dari situ hak kami sebagai warganegara hilang, kami diperas, diperlakukan seperti kriminal, seperti binatang oleh insan2 hukum negara ini, dengan mengatasnamakan “pro justisia”, minta direhabilitasi malah dapatnya penjara 5 tahun.
    Dimana dan apa gunanya uang pajak yang kami bayar? Dasar negara terkutuk

  17. ass wrb,slmat siang..sy napi narkoba psl 112 dvonis 4thn8bln,sdh jlani 1thn.kptusan hakim sy hrus jlani hkuman dipnjara! prtnyaanya apkh bsa sy mngajukan asesment untk di rehab,dn bgmna prosdurnya? apkh PP28 tntg nrkoba sdh brlku? derita kami dlm pnjra sngat amat sngsara dn jga klrga n rmhtngga yg sy bina skrg trcrai braii krn ulah sy pkai nrkoba n krna indvdu dlm pmrnthan RI yg tdk mnusiawi dlm mmbuat “UUD” trims utk pra pjbat trkait UU nrkba ni smoga anda/klrga tdk tak mrsakanya!!! wass trims

    • totokyuliyanto says:

      Sangat berduka Anda telah menjadi korban, tidak hanya karena ulah perdagangan gelap narkoba dan sistem hukum perang Narkoba di Indonesia. Sema No 3 Tahun 2011 sebenarnya ditujukan untuk yang sedang berhadapan dengan hukum (Tersangka/Terdakwa). Agak sulit bila untuk warga binaan/narapidana. namun dalam UU Narkotika disebutkan Pecandu Wajib Menjalani rehabilitasi, Pasal tersebut tidak menunjukan apakah Kondisinya Tersangk/Terdakwa/Terpidana, kata wajib disana tidak hanya ditujukan kepada Pecandu tapi juga orang yang karena jabatanya dibawah kekuasaan Pecandu / Hakim, Jaksa maupun Lapas. Sayangnya aturan untuk narapidana/warga binaan belum ada. Saya rekomendasikan anda mengurus pembebasan bersyarat dan pengurangan masa tahanan.

  18. leo says:

    Tadi pagi saya lihat berita di TV, pemerintah/bnn mengadakan penyuluhan di komplek ambon (sarang narkoba), ada pelatihan nyablon, service hp, dll. Kurang lebih tujuannya mengajarkan keahlian supaya tidak jadi pengedar narkoba lagi. Saya bingung… Otak pemerintah ini di mana? Jelas2 mereka pengedar kok dicarikan solusi? Klau memang sedemikian bencinya sama narkoba kenapa pengedar yang di baik2 in? dikasih solusi? Justru pemakai yang dikorbanin, di dalam penjara banyak sekali pemakai yang tertangkap setelah keluar dari komplek ambon, hukumannya mengerikan (4-6 tahun), kenapa mereka tidak diberikan solusi? Ada juga orang yang jelas2 punya “lapak” di komp. ambon, tertangkap polisi juga, bisa dapat pasal 127…. bisa direhabilitasi… ha… ha… ha… negara ini lucu… banyak pelawaknya…

    • totokyuliyanto says:

      Jadi inget anekdot kalau beli sepatu di Pasar Uler, beli sepatu keluar dipalak, duit diambil sepatu diambil. Besok lagi lihat dipasar uler ada sepatu yang kemaren dipalak. Kalau bandar dihabisin, mana ada uang lagi untuk dipalak (bisa lewat bandar, bisa lewat konsumenya)

  19. Johanes says:

    Ah anda jg hanya memberikan argumen tp tdk dpt memberikan jalan keluar!kyknya km jg sm dah dgn pemerintah!dr yg sy simak dr atas anda hanya menimpali aj tdk ada solusi untk jalan keluarnya!SAMA JUGA BO’ONG…

    • totokyuliyanto says:

      Terimakasih Bung Joha atas keritik pedasnya. Banyak yang mengira SEMA No 3 Tahun 2011 itu dapat digunakan kepada pihak yang sudah diputus oleh pengadilan (Inkracht), namun sebenarnya SEMA No 3/2011 itu digunakan untuk terdakwa yang masih diperiksa dipengadilan. Saya sering menggunakan SEMA tersebut untuk meminta hakim untuk melakukan penempatan namun sayangnya memang tidak mudah. Artikel SEMA ini sebenarnya informasi untuk dapat digunakan oleh kawan2, pembela yang sedang melakukan pembelaan pengguna yang sedang berhadapan dengan hukum. Saat ini Kami sedang mendorong agar kepolisian juga mengeluarkan peraturan internal untuk perkara pengguna narkotika, dengan mengacu pada SEMA No 3 Tahun 2011.

      Solusi praktis, apabila Kita sudah mengajukan penempatan di tempat tertentu kepada Hakim sesuai SEMA No 3 Tahun 2011 namun juga tidak ditanggapi secara serius, yang biasa saya lakukan adalah melaporkan ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung, sehingga diharapkan menjadi masukan terdapat evaluasi implementasi terhadap SEMA tersebut.

      Pertanyaan sekarang saya buat Bung Johanes, apa yang Bung Johanes sudah lakukan? Mudah2aan sudah banyak melakukan perbaikan, karena kalau tidak SAMA JUGA BO’ONG

  20. Johanes says:

    Ya sdh dong!bkn sy sombong!tp sy lgsg trjun kelp2x narkoba!apakh anda tau btpa sengsaranya mereka yg tdk punya uang jika mereka sakit?apkh anda pernh melihat tetesan air mata mereka ketika mereka ungkapkan rasa rindu mereke kekeluarga mereka?apakah bs hanya dgn kat2x bung??it yg sy ingin buka mata hati anda!trjun langsung dan lht sendiri!biar bgmanapun jg mereka it tetap anak bangsa!malah mereka it yg bnr2x bth perhatian extra krn mereka SEDANG SAKIT!paham bung??jgn cm dgn kata kata.trima kasih

    • totokyuliyanto says:

      Bagus Bung Johanes kalau sudah turun kelapangan untuk mengetahui langsung permasalahan disana. Khusus untuk isu narkotika saya sudah melihat langsung, setidaknya lebih dari lima kali saya menanganai kasus narkotika dan beberapa kali memberikan penyuluhan hak-hak mereka kepada komunitas/kelompok pengguna narkotika. Saya juga memberikan perhatian terhadap advokasi kebijakan narkotika sehingga ada kebijakan2 yang lebih baik. Tulisan saya tentang SEMA no 3 merupakan wujud pengkritisasi dilapangan karena saya sudah melihat prakteknya. Mudah2an Kita dapat bertemu dalam melakukan advokasi-advokasi kebijakan narkotika, sehingga kondisi para korban narkotika lebih baik.

  21. doer says:

    Sabar mas, sy sebagai korban sangat berterimakasih karena ada yg mendengarkan, kalo skrg sy dah sadar, kesalahan terbesar sy bukan karena pakai narkoba, tapi karena sy ga punya duit, coba kalo punya, hukuman sy ga mgkn seberat ini, skrg sy dah niat harus mati2an cari duit, halal ga halal urusan belakangan, melanggar hukum ato ga masa bodoh, kan hukum bisa dibeli ini. Pengennya sih jadi polisi narkoba, kerjanya gampang, tinggal nangkap pemakai narkoba, begitu ketangkep, langsung beri 112 atau 111 dan 114, pasti orangnya ketakutan, nah.. tinggal nunggu tu pemakai narkoba memohon-mohon untuk 86 atau beli 127.. eh.. polisi ga salah loh.. kan polisi ga maksa, pemakainya yang maksa ngasih duit, yah.. kalau duitnya oke, polisi harus bantu.. BAP ama bb disulap urusan gampang, yg penting semua kebagian.. tapi kalau emang tuh pemakai ga ngasih duit berarti maunya dia masuk penjara.. iya kan? Karir bagus karena target kepala dari Kanit tercapai, duit juga dapat…..

    • totokyuliyanto says:

      Saya sih gak ada masalah, namun mungkin pendekatannya berbeda, ada yang pendekatannya langsung terjun ke lapangan untuk membantu korban peredaran narkotika, ada yang melakukan pendekatan mengarah kepada para pelaksananya agar berubah, ada yang pendekatanya kepada kebijakan. Saya akui memang pendekatan lapangan Saya hanya untuk mengambil sample atau menambah wawasan agar upaya perbaikan penegak hukum dan kebijakan lebh baik lagi.

      Masalahnya bukan ada duit atau enggak ada duit Mas, banyak koqs korban gak ada duit dapat keadilan yang lebih baik, namun menang kebijakanya susah masih ada pasal2 karet yang memberikan celah para pihak-pihak mengalami posisi rentan, jadi gak perlu diperas si korban sudah mendatangi pihak2 tertentu (okunum), namun makin kedepan makin digeser dan dibuka peluang yang lebih adil dan mudah2an lebih baik bagi korban narkotika. letts work

  22. Tingkah laku birokrat acapkali membuat rakyat kecewa. Mereka bukannya berusaha gigih untuk nasib dan kesejahteraan rakyatnya, malah mikirin diri sendiri dan keluarganya.

  23. Julianto says:

    Ah pemerintah aneh2x!masa ada peraturan br lg yait ppno99..lht sj apa nanti tdk rusuh dipenjara?semua cm asal ngmg!sy jd curiga nh!ap iy yg buat undang2x jg kena narkoba?krn pecndu narkob it plin plan spt pemerintah yg buat peraturan.

    • totokyuliyanto says:

      Saya ketemu dengan kawan-kawan yang melakukan advokasi hak korban narkotika, mereka gak dilibatkan dalam pembuatan PP tersebut, diajak audiensi aja gak pernah. anehnya cuma narkotika yang dibatasin 5 tahun. kalau pengedar gak berlaku PP tersebut….aneh

  24. maman says:

    sy mau tanya contoh kasus si A ia tidak pernah menggunakan narkoba suatu saat tertangkap polisi dengan BB ada di motornyaentah dari mana asalnya tes urin tidak pernah di beritahu ke si A. saat ini si A menjalani hukuman 3 th penjara. si A berniat mengajukan PK. bisakah ini dilakukan ? novum apa yang kuat sebagai dasar tuk lepas dari jeratan fitnah ini

  25. Julianto says:

    Bs kah anda menjelaskan mengenai pelaksanaan pp99?apakh yg diatas 5thn yg bs urus pb dan dapat remisi dan yg 4thn tdk dpt ngurus pb dan tdk dpt remisi?bnr2x pp awu2x’mksh.

  26. Budi arif says:

    Ini sy mau beri info kalo dipenjara dijatim it untk mengurus pb harus keluar biaya hampir 1jtan!sdgkn saat ini ada brlaku pp99 dan semua pb dipanding!sdgkan sdh trlanjur byr dan sipirnya seakan tdk brtggjwb!ap bnr pb untk narkb ditiadakan?sdgkan saudara saya difonis 4thn!mhon penjelasannya.mksh

  27. Johan lapas madiun says:

    Aneh aneh pp99..masa org yg sdh dpt remisi bisa dicabut lg?org yg sdh trn pbnya ndk bs plg?deny it ada ada aj!lht bgmana nanti lapas2x diseluruh ind!hai deny,tdk smua napi narkb it tdk mau tobat!andai ad keluargamu yg jg kena narkb,rasakan!andai pp99 it buat org yg br ketgkp it adil!masa org yg sdh dpt remisi,sdh mengurus pb bhkan smpai dibapas dicabut?otakmu dimana deny?hayo teman2x yg bc ini yg brada didlm!mr kt goyang lapas dtmpt anda msg2x!tgl15feb dimulai ya!pp it bkn buat jera tp buat pts asa!bkr aj

  28. Johan lapas madiun says:

    Masa pp99 it ndk aneh?bgmana mgkn org yg sdh dpt remisi lalu dicabut lg gr2x pp br!pdhl napinya tdk brbuat salah!deny it sok kepinteren!hayo teman2x yg bc ini yg brada dilp2x!kt goyang lp ditmpt kt msg2x!kalo bs dibakar aj!memang km pikir pb tdk byr deny?remisi tdk bxr?mulai tgl15fbuari kt mulai goyang lp disluruh ind!kalo bs kt bkr!br tau rasa km den!wamen awu2x!ndk phm sok tau!jd keluar pp awu2x.

  29. Hadi Santoso says:

    Hi All,

    Saat saya membuka site ini saya merasa mendapatkan harapan dan cahaya dalam hidup saya. Terima kasih sebelumnya buat pak Totok, saya tidak tahu email anda maka saya tulis di sini. Saya punya teman, yang ternyata adalah pengguna, teman saya adalah seorang yang mudah depresi dan tertekan, suatu waktu menurut cerita temanku dia ada membeli barang sabu yang akan digunakan sendiri karena saat itu dia menghadapi masalah keluarga yang cukup pelik, barang yang dibeli adalah sekitar 1g, namun dia hanya dikasih separuhnya. Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan hampir saja melupakannya. Namun entah kenapa tiba- tiba dia ditelpon terus menerus oleh penjualnya untuk segera mengambil sisanya dengan sistem ranjau. Setelah tidak menganggapnya bbrp kali akhirnya dia risih juga dan memutuskan untuk mengambilnya. Ternyata setelah dia mengambil dia kemudian langsung ditangkap oleh beberapa aparat polisi padahal barang yang diambilnya tadi sudah dibuangnya di tengah jalan. Karena mungkin tidak ada barang bukti maka dia di giring ke apartemen tempat tinggalnya dan akhirnya kedapatan barang bukti 0.1-0,2g sisa pemakaiannya dahulu beserta 1 pipet kaca. Dia ditekan terus oleh pihak kepolisian dan ditawarkan banyak hal seperti tukar kepala dan sebagainya. Herannya dia tidak ditanyakan sumber belinya dari mana atau pertanyaan yang mengarah ke penjualnya dia. Ternyata penjualnya sudah tertangkap dan pihak polisi dengan sengaja memancing2 dia supaya mengambil sisanya karena ada sms ttg informasi tersebut dari penjualnya. Karena temanku seorang yang mudah tertekan dia panik dan menangis terus menerus. Pihak polisi pun menyadari hal itu dan sempat melihat di pergelangan tangan kiri dari temanku terdapat banyak luka bekas sanyatan tanda betapa sering dan mudahnya temanku ini depresi. Tidak ada rasa kasihan dari pihak aparat yang menangkapnya saat itu padahal terdapat seorang polwan juga dimana seharusnya mempunyai hati yang lebih halus daripada rekan2 prianya. Teman saya di tekan, di suruh melaporkan teman2nya yang notabene dia sendiri tidak mengerti kebenaran dari informasi polisi mengenai teman2nya. Setelah bbrp kali gagal menjebak temannya, dan kebetulan polisi yang bersangkutan melihat foto2 dr BB teman saya, mereka mengenali seseorang yang menurut mereka sudah merupakan TO dr kepolisian. Teman saya memang mengenal orang tersebut namun tidak mengetahui kalau orang tersebut bisa menyediakan barang. Akhirnya setelah dipaksa2 oleh pihak polisi untuk menghubungi orang yang bersangkutan akhirnya tertangkaplah orang tersebut oleh pihak kepolisian. Namun teman saya ternyata tidak juga dilepaskan seperti janji mereka ke teman saya kalau berhasil menangkap teman saya dengan asumsi mereka bisa mendapatkan pengedar yang baru. Kejadian ini benar2 membuat saya bertanya2 dimana dan apa arti kata “Polisi adalah pengayom masyarakat”, polisi tidak bisa membedakan mana orang yang benar2 pengguna dan mana yang tidak, padahal pengguna ini bisa kita kategorikan adalah seorang korban dari narkotika dimana korban mempunyai hak2 yang harusnya dilindungi oleh aparat kepolisian kita. Tidak hanya hak2nya sebagai korban yang dirampas, teman saya sama polisi dimasukkan dalam tahanan polrestabes dan dikumpulkan dengan pengedar2 besar lainnya. Tidakkah mereka menyadari bahwa selain sudah menjadi korban dari narkotika dia sekarang juga menjadi korban tipu muslihat dari aparat kepolisian yang sebelumnya mungkin di mata dia adalah seorang pengadil di negara ini, selain itu dia masih harus mengalami tekanan mental karena harus menghadapi istri dan anak dari korban penangkapan lain yang notabene informasi mengenai siapa yang melaporkan harusnya dilindungi oleh pihak kepolisian. Bagaimana dia bisa menghadapi amarah keluarga2 korban lainnya setelah dia keluar dari hukumannya? Apakah hal ini sudah menjadi pemikiran dari pihak aparat yang melakukan penjebakan tadi? Ataukah itu menjadi satu kebanggaan dari aparat yang bersangkutan karena berhasil menangkap banyak korban dengan cara2 yang benar2 keji menurut saya, yang lebih prihatin lagi di dalam kelompok aparat ini terdapat seorang polwan yang teryata mempunyai tingkat pangkat yang lebih tinggi dari aparat lainnya saat itu. Sekarang kondisi teman saya di dalam amat tertekan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dan masih harus menerima keterangan dari pihak penyidik kalau dia akan dikenakan pasal 112 yang ancaman hukumannya adalah 4 tahun jika dia tidak mampu untuk memenuhi syarat2 tertentu yang kita semua tentunya sudah mahfum akan hal itu. Masalahnya dia bukan dari orang yang berada, seorang pengguna yang dijebak oleh pihak kepolisian dimana pihak kepolisian telah mengetahui tidak mungkin mendapatkan info pengedar dari temanku ini, dan sekarang dia harus depresi di dalam tahanan dalam sel bergabung dengan orang2 yang menurut saya tidak bisa memberikan contoh yang lebih baik. Saya kecewa, sedih dan tidak tahu harus berkata apa2, saya hanya berharap ada seseorang yang benar2 baik supaya dapat membantu teman saya untuk mendapatkan haknya supaya bisa segera di rehabilitasi sesegera mungkin dengan berdasarkan surat edaran dr MA no 4/ 2010 dan no 3/ 2011. Tolong……. karena teman saya adalah benar2 seorang pengguna, saya tidak mau kehilangan dia dan melihat dia tambah hancur hanya karena perlakuan yang tidak benar dari bbrp oknum yang tidak mengerti arti kemanusiaan dalam hidupnya. Please, tuan2 dan bapak2 bantu kita, bantu kita untuk membela orang lemah agar tidak ditindas lagi.

    Terima Kasih

    Hadi Santoso
    (hadisanaida@gmail.com)

  30. Ferdy says:

    Sy adalah salah satu korban pnggunaan narkotika dan sy dalam status rehab dan sdh memenuhi persyaratan sesuai dng PP 25/2011,tp sy sj msih ditahan dan skr di rutan sambil menunggu sidang.sy sdh jelaskan kpd penyidik kepolisian dan menunjukan bukti wajib lapor sy serta ket. Rehab tp tetp sj tdk dipedulikan dng penyidik kepolisian dan tetap memasukan sy ke rutan,sampe sy diajak berkelahi dng penyidik kepolisian krn penjelasan sy tntang uu 35 thn 2009 tntang narkotika,SEMA NO 3/2011,PP 25/2011.sy skr tdk tau mau mengadu kpd utk meminta perlindungan hukum,salam :(

  31. ferdy says:

    sy skr di rutan krn kasus narkoba dan skr dalm proses peradilan,skr sy tdk punya duit utk byar lawyer dan byar hakim.prtnyaan sy apakah bpk yg punya website ini mau jd lawyer sy scra cuma2 dan mau membantu sy spy sy dpat direhab atw hanya mau menanggapinya lewat tulisan sj yg nntinya hanya akan menjadi hampa yg tdk jelas bgm solusinya yg hanya sbatas tulisan sj,mhon tanggapannya pak.salam,GB_

  32. ayin says:

    Sy pemakai narkoba ditangkap tahun 2010 bln 11 dan dikenakan pasal 112/127 tetapi ketika di sidang di kejari jakbar dakwaan sy berubah hanya menjadi pasal 112 dan sy dikenakan hukuman 4 taon 11 bln sampai sy ditahan di polres rutan pasal saya masih tetap 112/127 karena sy pd waktu itu tidak ada uang untuk byr jaksa jd sy jd korban yg hrs mendekam di penjara bukan di rehabilitasi….negara apakah ini yg sama sekali tidak ada keadilan

    • totokyuliyanto says:

      Pada proses peradilan pidana ada beberapa tingkatan : Penyelidikan, kemudiaan penyidikan, penuntutan dan persidangan. pada proses penyelidikan, si Penyelidik mencari informasi awal, kemudiaan dikembangkan di tingkant penyidikan. pada tingkat penyidikan (Polres) mereka sudah memasukan pasal mana yangkira2 dilanggar, kemudian setelah proses penyidikan selesai, berkas tersebut diserahkan kepada Penuntut umum (Jaksa) Jaksa kemudiaan membuat surat dakwaan. kewenangan Jaksa untuk mengganti atau merubah Pasal, asal masih sesuai dengan persistiwa hukumnya

  33. assalam wlkm pak wamen/pak mentri tlong ksiani la kmi rakyat yg kcil kmi hanya la di jebak ama tman kmi bkan pengedar memakai narkoba jga bru tau 1 blan kmi udak di jebak tlong kmi pak trun kan la pb kmi rindu sama anak/istri kluarga kmi pak smoga tuhan membalas kbaikan pak mentri/pak wamen amiin yarobbal alamin…

    By.narapidana

    • totokyuliyanto says:

      Tuh Pak Menteri dan Pak Wamen, mereka sudah menjadi korban peredaran gelap narkotika, dijebak sama kawanya, korban dari sistem hukum yang tida adil…lepaskanlah mereka

  34. Muhammad says:

    Saya adl tsk penyalaguna narkoba yg sedang menjalani proses sidang, dan seperti yg sudah sering terjadi saya juga d paksa unt siapkan sejumlah dana untuk mendapatkan hukuman minimun, dan semua proses ketika oknum jaksa mengambil uang tsb keluarga selalu mengdokumentasi tampa sepengetahuan oknum tersebut, pertanyaan saya dengan 2 alat bukti tsb ( dokumentasi dan orang yg menyerahkan uang ) bisa saya gunakan unt menjatuhkan oknum2 yg terlibat dgn memunculkan d media, mohon sarannya, thanks…

    • totokyuliyanto says:

      Sepertinya menarik memunculkan oknum di media, namun anda dan keluarga harus hati2, bila anda sudah pengacara lebih konsultasikan lebuh lanjut, atau anda bisa komsultasikam kepada LSM yang berdedikasi dibidanh pembaharuan hukum dan HAM seperti di PBHI

  35. totokyuliyanto says:

    Terimakasih Thedore Sihite atas komentarnya, maaf saya harus menolak atau menghapus komentar anda yang bernada mengiklankan. Hidup yang sehat pastilah harapan semua orang dan tanggung jawab negara untuk mewujudkan itu semua (kalau gak ngapain kita bayar sm negara). Saya mendukung Theodra Sihite untuk membantu kawan2 pecandu narkotika untuk bebas dari pengaruh narkotika. Namun yang menjadi permasalahan mereka bukan dianggap sebagai pihak yang perlu mendapat pertolongan namun pihak yang harus dikenakan sanksi/pidana. Bagaimana anda mau menjalani pengobatan bila didalam penjara?

    Banyak cara agar orang terbebas dari jeratan narkotika, tergantung niat orangnya. Negara atau tempat rehabilitasi cukup membuka diri dengan senyum manis atas orang-orang yang mau keluar dari Jeratan narkotika, seperti Tuhan selalu tersenyum ketika hambanya bertaubat. Sukses untuk tempat rehabilitasinya, please jangan menarik biaya yang berlebihan dari mereka yang tidak mampu

  36. Korban pengguna narkoba adalah manusia yg shrs’nya diperhatikan nasib unt.direhab, bkn’nya dihukum smpi min.4 thn lm’nya. Terkutuk’lah, Para pejabat yg merancang UU NO.35 THN 2009.

  37. totokyuliyanto says:

    Karena Pasal tersebut sebenarnya bukan untuk Pengguna (korban narkotika) namun kepada pengedar, lihat saja sanksi dendanya menggunakan kata “dan” (kumulatif) Sanksi denda biasanya digunakan untuk kejahatan yang memiliki nilai ekonomis

  38. Hadi Santoso says:

    Hi All,
    Saat saya membuka site ini saya merasa mendapatkan harapan dan cahaya dalam hidup saya. Terima kasih sebelumnya buat pak Totok, saya tidak tahu email anda maka saya tulis di sini. Saya punya teman, yang ternyata adalah pengguna, teman saya adalah seorang yang mudah depresi dan tertekan, suatu waktu menurut cerita temanku dia ada membeli barang sabu yang akan digunakan sendiri karena saat itu dia menghadapi masalah keluarga yang cukup pelik, barang yang dibeli adalah sekitar 1g, namun dia hanya dikasih separuhnya. Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan hampir saja melupakannya. Namun entah kenapa tiba- tiba dia ditelpon terus menerus oleh penjualnya untuk segera mengambil sisanya dengan sistem ranjau. Setelah tidak menganggapnya bbrp kali akhirnya dia risih juga dan memutuskan untuk mengambilnya. Ternyata setelah dia mengambil dia kemudian langsung ditangkap oleh beberapa aparat polisi padahal barang yang diambilnya tadi sudah dibuangnya di tengah jalan. Karena mungkin tidak ada barang bukti maka dia di giring ke apartemen tempat tinggalnya dan akhirnya kedapatan barang bukti 0.1-0,2g sisa pemakaiannya dahulu beserta 1 pipet kaca. Dia ditekan terus oleh pihak kepolisian dan ditawarkan banyak hal seperti tukar kepala dan sebagainya. Herannya dia tidak ditanyakan sumber belinya dari mana atau pertanyaan yang mengarah ke penjualnya dia. Ternyata penjualnya sudah tertangkap dan pihak polisi dengan sengaja memancing2 dia supaya mengambil sisanya karena ada sms ttg informasi tersebut dari penjualnya. Karena temanku seorang yang mudah tertekan dia panik dan menangis terus menerus. Pihak polisi pun menyadari hal itu dan sempat melihat di pergelangan tangan kiri dari temanku terdapat banyak luka bekas sanyatan tanda betapa sering dan mudahnya temanku ini depresi. Tidak ada rasa kasihan dari pihak aparat yang menangkapnya saat itu padahal terdapat seorang polwan juga dimana seharusnya mempunyai hati yang lebih halus daripada rekan2 prianya. Teman saya di tekan, di suruh melaporkan teman2nya yang notabene dia sendiri tidak mengerti kebenaran dari informasi polisi mengenai teman2nya. Setelah bbrp kali gagal menjebak temannya, dan kebetulan polisi yang bersangkutan melihat foto2 dr BB teman saya, mereka mengenali seseorang yang menurut mereka sudah merupakan TO dr kepolisian. Teman saya memang mengenal orang tersebut namun tidak mengetahui kalau orang tersebut bisa menyediakan barang. Akhirnya setelah dipaksa2 oleh pihak polisi untuk menghubungi orang yang bersangkutan akhirnya tertangkaplah orang tersebut oleh pihak kepolisian. Namun teman saya ternyata tidak juga dilepaskan seperti janji mereka ke teman saya kalau berhasil menangkap teman saya dengan asumsi mereka bisa mendapatkan pengedar yang baru. Kejadian ini benar2 membuat saya bertanya2 dimana dan apa arti kata “Polisi adalah pengayom masyarakat”, polisi tidak bisa membedakan mana orang yang benar2 pengguna dan mana yang tidak, padahal pengguna ini bisa kita kategorikan adalah seorang korban dari narkotika dimana korban mempunyai hak2 yang harusnya dilindungi oleh aparat kepolisian kita. Tidak hanya hak2nya sebagai korban yang dirampas, teman saya sama polisi dimasukkan dalam tahanan polrestabes dan dikumpulkan dengan pengedar2 besar lainnya. Tidakkah mereka menyadari bahwa selain sudah menjadi korban dari narkotika dia sekarang juga menjadi korban tipu muslihat dari aparat kepolisian yang sebelumnya mungkin di mata dia adalah seorang pengadil di negara ini, selain itu dia masih harus mengalami tekanan mental karena harus menghadapi istri dan anak dari korban penangkapan lain yang notabene informasi mengenai siapa yang melaporkan harusnya dilindungi oleh pihak kepolisian. Bagaimana dia bisa menghadapi amarah keluarga2 korban lainnya setelah dia keluar dari hukumannya? Apakah hal ini sudah menjadi pemikiran dari pihak aparat yang melakukan penjebakan tadi? Ataukah itu menjadi satu kebanggaan dari aparat yang bersangkutan karena berhasil menangkap banyak korban dengan cara2 yang benar2 keji menurut saya, yang lebih prihatin lagi di dalam kelompok aparat ini terdapat seorang polwan yang teryata mempunyai tingkat pangkat yang lebih tinggi dari aparat lainnya saat itu. Sekarang kondisi teman saya di dalam amat tertekan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dan masih harus menerima keterangan dari pihak penyidik kalau dia akan dikenakan pasal 112 yang ancaman hukumannya adalah 4 tahun jika dia tidak mampu untuk memenuhi syarat2 tertentu yang kita semua tentunya sudah mahfum akan hal itu. Masalahnya dia bukan dari orang yang berada, seorang pengguna yang dijebak oleh pihak kepolisian dimana pihak kepolisian telah mengetahui tidak mungkin mendapatkan info pengedar dari temanku ini, dan sekarang dia harus depresi di dalam tahanan dalam sel bergabung dengan orang2 yang menurut saya tidak bisa memberikan contoh yang lebih baik. Saya kecewa, sedih dan tidak tahu harus berkata apa2, saya hanya berharap ada seseorang yang benar2 baik supaya dapat membantu teman saya untuk mendapatkan haknya supaya bisa segera di rehabilitasi sesegera mungkin dengan berdasarkan surat edaran dr MA no 4/ 2010 dan no 3/ 2011. Tolong……. karena teman saya adalah benar2 seorang pengguna, saya tidak mau kehilangan dia dan melihat dia tambah hancur hanya karena perlakuan yang tidak benar dari bbrp oknum yang tidak mengerti arti kemanusiaan dalam hidupnya. Please, tuan2 dan bapak2 bantu kita, bantu kita untuk membela orang lemah agar tidak ditindas lagi.
    Terima Kasih
    Hadi Santoso
    (hadisanaida@gmail.com)
    Your comment is awaiting moderation.

  39. totokyuliyanto says:

    Terimakasih Sdr. Hadi Santoso. dari cerita tersebut banyak terbongkar prilaku Oknum Penegak hukum kita yang mencoba bermain lumpur dari permasalahan narkotika. Sy melihat Teman Sdr dijadikan Cepu, yang kemudiaan digunakan untuk mengeksplotasi korban. Kalau Sy melihat dari cerita saudara, teman Saudara merupakan Pengguna ada baiknya Saudara mencar bantuan hukum atau jasa hukum pengacara yang saudara nilai baik. untuk komunikasi Kita saya cantumkan email Saya : totokyuliyanto@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s