Pojok Advokat

PENGAMBILAN SUMPAH & PELANTIKAN UNTUK CALON ADVOKAT


Sudah lama mimpi bagi calon advokat untuk menggunakan baju toga, (baik yang baru dibeli maupun yang dipinjem dari rekan/kantornya) pada saat pelantikan dan penyumpahan sebagai advokat. Kenapa hal tersebut terus diimpikan, karena hal tersebut adalah harapan bagi calon advokat untuk dapat dikatakan sebagai advokat, dimana syarat-syarat menjadi advokat telah dipenuhi keculai dilantik dan disumpah oleh organisasi advokat didepan hakim pengadilan tinggi. Tapi sayang itu masih sekedar mimpi.

Sebenarnya perwujudan mimpi tersebut untuk menjadi kenyataan sudah hampir terbuka jalanya, pada Pada 29 Desember 2009, melalui Putusan Perkara No 1010-PUU-VII-2009 UU 18 Th 2009 ttg Advokat mencoba membuka tabir mimpi tersebut dimana mengharuskan bagi PT untuk mengambil sumpah bagi calon advokat tanpa memandang organisasi advokat. (lihat tulisan sebelumnya : MK Memutuskan PT Wajib mengambil Sumpah Calon Advokat http://totokyuliyanto.wordpress.com/2009/12/30/mk-memutuskan-pt-wajib-mengambil-semua-calon-advokat/). Tetapi apa hasil dari putusan tersebut apakah PT langsung mengambil sumpah calon advokat, atau saya yang salah menafsirkan putusan tersebut.

Setelah berdiskusi dengan banyak rekan, beberapa hal bisa saya tarik beberapa permasalahan dalam pengambilan sumpah tersebut:

  1. Putusan MK multi tafsir/membingungkan sehingga sulit dilaksanakan, sehingga perlu kejelasan MK tentang putusan tersebut
  2. MA sebagai lembaga pengadilan tertinggi tidak mau melaksanakan ahasil putusan tersebut (mengingat MK dan MA kedudukannya setingkat)
  3. Terjadi konflik antara MA dan MK mengenai kewenangan (bahasa riangannya anak baru udah ngatur yang senior)
  4. Organisasi Advokat tidak peduli lagi tentang nasib calon advokat
  5. Ketika organisasi advokat mengakui putusan MK tersebut untuk mengajukan ke Pengadian tinggi untuk menyumpah calon advokat, maka dia juga harus membentuk ulang organisasi advokat (bisa merger, akuisisi, atau buat baru) atau membuat konflik organisasi advokat menjadi terbuka.

Beberapa hal yang sebenarnya bisa dilakukan menyikapi permasalahan sulitnya mewujudkan mimpi bagi calon advokat :

  1. Meminta kejelasan terhadap putusan MK kepada Mahkamah Konstitusi yang membuat putusan (mumpung hakimnya lg agak narsis)
  2. Mendudukan bareng pihak-pihak terkait putusan MK tersebut (hakim MK, Pihak MA, ketiga organisasi Advokat yang bertikai)
  3. yang paling minim dan mudah mengirimkan surat kepada organiasai advokat tempat calon advokat akan bernanung, mengenai kejelasan nasib mereka.
  4. atau ada saran lain….??
About these ads
Standard

7 thoughts on “PENGAMBILAN SUMPAH & PELANTIKAN UNTUK CALON ADVOKAT

  1. Menyapa sahabatku (mas Totok) yang belum pernah kujumpa dalam nyata hanya lewat maya, namun hati kita serasa bersama, kicau burung pagi singsing mentari mulai bersinar, mengikis embun beranjak hari, ku hadir membuka layar mengetikan kata buat sahabat tercinta ingin kuucapkan sepatah kata ” kaulah sahabatku” Tuhanku Yang Maha Kuasa, berikanlah pada sahabatku nun jauh disana kebahagiaan dan kedamaian serta taburkanlah cinta pada dirinya beserta keluarganya, semoga harapan dan Doa menjadikan kita lebih bersaudara.
    Salam Kedamaian- Penuh Kebahagiaan- Dengan Cinta
    Ruang Hati.com
    ==========
    Selamat Berakhir Pekan, Have a nice weeekend

  2. totokyuliyanto says:

    waduh sangat berbangga sekali bisa bersahabat dengan ruang hati.com, seperti mendapatkan tetesan air di siang yang penuh dengan kepenatan dan kegaduhan.

  3. dentuman djati says:

    terkatung – katungnya calon advokat dalam penyumpahan oleh pengadilan tinggi, terkait putusan Makamah Konstitusi dan tidak diikuti oleh Makamah Agung hal ini menurut saya egoisme dari lembaga tertinggi di institusi hukum tersebut kurang menghargai sisi kemanusiaan calon advokat dalam berkarya dan berprestasi dalam kemasyarakatan khususnya dalam pembelaan hukum, sehingga para calon advokat terganjal oleh suatu keharusan sumpah di pelataran gedung pengadilan tinggi oleh yang dinamakan ketua pengadilan tinggi ( padahal mereka bukan TUHAN/ALLAH )dan menurut kami itu sudah suatu kejahatan kemanusiaan, oleh sebab itu bagi rekan – rekan calon Advokat baik dari PERADI atau KONGRES ADVOKAT INDONESIA ataupun PERADIN ketidak berdayaan elite/pengurus organisasi Advokat atas egoisme lembaga hukum tertinggi di Republik ini hal itu tidak terlepas juga egoisme para elite Advokat itu sendiri maka : kita jangan mau diadu domba dan kita terus harus mengupayakan dengan langkah tidak saling menyerang atau memihak karena kita sendirilah yang akan jadi korban atas keegoaan mereka, tetap suarakan kemanusiaan dan kedilan bagi masyarakat yang memerluhkan pembelaan hukum walau kita dihambat oleh suatu SUMPAH yang dibungkus oleh EGOISME, Salam perjuangan, bersatu, dan jayalah ADVOKAT INDONESI.

  4. TARJO says:

    Putuasan MK hanyalah penegasan pada UU Advokat bahwa Sumpah Advokat adalah penting, sedangkan pengambilan sumpah oleh PT dianggap tepat.MK hanya menguji tentang apakah pasal-pasal sudah sesuai konstitusi atau belum. Perihal MA tidak bersedia melantik, jika di dasarkan bahwa belum jelas organisasi mana yang sah mengingat UU advokat hanya mengakui wadah tunggal, dapat dimengerti. MA adalah lembaga tertinggi, yang berwenang menguji dan memutuskan organisasi mana yang sah, setelah diperiksa PN. sangat janggal MA melantik advokat dari lembaga yang tidak sah. perihal PERADI atau KAI yang sah adalah kewenangan pengadilan umum. Sebelum ada putusan pengadilan , maka saat ini PERADI sudah menjalankan fungsi induk advokat adalah PERADI yaitu dari peralihan, MA ke KKAI lalu beralih ke PERADI. jika PERADI dianggap tidak sah maka bagaimana status seluruh advokat yang di naungi PERADI dan tidak lagi dinaungi MA atau KKAI. Jelas tidak mungkin menafikkan peran PERADI yang sudah jelas diakui seluruh lembaga negara dan sudah berpraktek di pengadilan. Jika PERADI dianggap tidak ada atau ilegal lalu bagaimana nasib perkara yang ditangani advokat PERADI apakah juga tidak sah. Bagaimana dengan nasib calon advokat KAI yang belum dilantik?.Anggap saja calon advokat adalah pihak yang beritikat baik dan korban perbuatan melawan hukum, maka wajib dilindungi harus diakomodir atau diperhatikan nasibnya oleh PERADI, dengan catatan mengikuti prosedur dari PERADI termasuk aturan magang. Sedangkan nasib Organisasi KAI sendiri biarlah pengadilan yang memutuskan apakah nantinya PERADI atau KAI yang legal. Silakan diuji berkait dengan cara pendiriannya dan lain-lain. ……..Yang terakhir marilah para penegak hukum belajar berpikir normatif sesuai peundang-undangan, jangan ikut-ikutan berpikir sosiologis, atau bahkan terkontaminasi dengan bahasa politik. Tentang pengaturan organisasi adalah wajar, bahkan hanya sekedar mendirikan koperasi, atau CV saja ada aturannya apalagi profesi Advokat yang prestis dan bergengsi ini……..

  5. sri ediono says:

    Sebetulnya, sudah jelas organisasi advokat mana yang sah?. Pengakuan dari pihak Kepolisian maupun keperpihakan Pemerintah kepada PERADI, bukan berarti lalu PERADI sah sebagai satu-satunya wadah tunggal advokat. Yang menentukan sah tidaknya adalah Mahkamah Agung. Kenapa Mahkamah Agung bersikap mengulur waktu, mungkin itu memberi peluang islah, antara PERADI dan KAI. KAI mayoritas beranggotakan advokat yang susah untuk menembus Ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan PERADI. Kenapa PERADI membuat ujian yang begitu susah, memang itu dengan alasan perbaikan kualitas. Saran saya, islah ya islah tapi ada batas waktunya. Mahkamah Agung harus memberi kepastian, untuk selanjutnya mengakui hanya PERADI sebagai satu-satunya organisasi advokat yang sah. Kata kuncinya, kualitas. Bukannkah masyarakat lagi yang diuntungkan bila advokatnya profesional. Wassallam.

  6. edu says:

    mas totok yang baik hati kapan ya pelatihan & ujian advokad 2010 dimalai. tolong ya di sms 081220291805. terimakasih sebelumnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s