Pojok Informasi

PENGUMUMAN PERADI UNTUK CALON ADVOKAT MAGANG


Pertama-tama saya ucapin SELAMAT bagi mereka yang telah dinyatakan LULUS UJIAN ADVOKAT yang dilaksanakan PERADI 6 Desember 2008 lalu. Banyak orang yang bertanya-tanya setelah lulus ujian advokat harus bagaimana. Pada tanggal 23 Februari 2009 lalu PERADI melalui situsnya mengeluarkan pengumuman tentang pelaksanaan magang untuk calon Advokat yang berisikan :

1. Calon Advokat yang telah dinyatakan lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) yang dilaksanakan pada 6 Desember 2008, diharapkan segera memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang tertuang dalam Peraturan PERADI, yaitu :
a. Peraturan PERADI No.1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat;
b. Peraturan PERADI No.2 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan PERADI No.1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang Untuk Calon Advokat; dan
c. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan PERADI No.1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang Untuk Calon Advokat.
2. Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang harus diserahkan kepada Sekretariat Nasional PERADI dalam rangka memenuhi prasyarat magang Calon Advokat, yaitu:
a. Surat pernyataan Kantor Advokat;
b. Laporan Penerimaan Calon Advokat Magang;
c. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Calon Advokat;
d. Pas foto berwarna (berlatar belakang warna biru) dari Calon Advokat ukuran 2×3 dan 3×4 masing-masing sebanyak 3 (tiga) lembar;
e. Surat pernyataan tidak berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI atau kepolisian RI atau pejabat negara;
f. Fotokopi ijazah pendidikan tinggi hukum yang telah dilegalisir oleh perguruan tinggi hukum yang mengeluarkannya;
g. Fotokopi sertifikat Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh PERADI;
h. Fotokopi sertifikat kelulusan Ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh PERADI;
i. Fotokopi Kartu Tanda Pengenal Advokat (KTPA) Pimpinan Kantor Advokat dan Advokat Pendamping;
j. Surat Keterangan Magang dari Kantor Advokat;
k. Laporan penanganan perkara bagi Calon Advokat yang telah bekerja dan telah ikut membantu penanganan sedikitnya 3 (tiga) perkara pidana dan 6 (enam) perkara perdata dari Advokat Pendamping;
l. Surat keterangan honorarium/slip gaji/bukti pemotongan PPh Pasal 21 atau kartu Jamsostek dari Kantor Advokat atau surat keterangan pengganti tidak mendapatkan gaji.
3. Khusus dokumen-dokumen yang dimaksud dalam huruf j, k, dan l pada Angka 2 di atas diserahkan hanya oleh Calon Advokat yang telah magang sebelum dinyatakan lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) PERADI 2008.
4. Persyaratan sebagaimana dimaksud pada Angka 2 dan 3 dilakukan dengan menyerahkan dokumen-dokumen yang disebutkan di atas ke Sekretariat Nasional PERADI di Gedung Ariobimo Sentral, Mezzanine Floor, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta 12950.
5. Setiap Calon Advokat dapat mengisi formulir data diri yang sudah tersedia pada bagian akhir pengumuman ini. Formulir yang telah diisi dilampirkan bersamaan penyerahan laporan pelaksanaan magang yang dilakukan. Penyerahan dokumen dapat dilakukan setiap Senin dan Rabu mulai tanggal 1 April 2009 pukul 13.00 s.d. 16.30 WIB.
6. Untuk melihat Peraturan Magang beserta petunjuk teknis dapat mengklik di sini atau memperolehnya melalui situs http://www.peradi.or.id pada kolom navigasi “Peraturan Profesi Advokat” pada bagian “Dan Lain-lain”.
7. Sekretariat Nasional PERADI tidak akan menerima dokumen yang tidak lengkap sebagaimana yang tercantum di pengumuman ini.

Untuk memperjelas proses pemgangan yang dilakukan oleh advokat Peradi telah mengeluarkan beberapaperaturan. Dalam Peraturan Peradi disebutkan kantor advokat yang menerima magang harus memenuhi perssyaratan sebagai berikut :
a. Didirikan oleh seorang atau lebih Advokat yang telah terdaftar dalam Buku Daftar Anggota
PERADI;
b. Tersedianya Advokat yang dapat menjadi Advokat pendamping (“Advokat
Pendamping”) untuk para Calon Advokat yang menjalankan magang;
c. Bersedia menerbitkan surat keterangan magang yang isinya menjelaskan bahwa Calon Advokat telah menjalani magang di Kantor Advokat dan menerangkan jangka waktu magang Calon Advokat;
d. Bersedia memberikan bukti-bukti bahwa Calon Advokat telah menjalani magang di Kantor
Advokat;
e. Bersedia membuat laporan berkala tentang pelaksanaan magang untuk disampaikan ke PERADI setiap 6 (enam) bulan dan/atau pada saat Calon Advokat berhenti melakukan magang di Kantor Advokat yang bersangkutan.

Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tertentu atas keadaan disuatu daerah PERADI dapat menunjuk langsung kantor Advokat untuk menerima calon Advokat magang. Kantor advokat tempat peserta magang juga tidak diperbolehkan/dilarang meminta imbalan dalam bentuk apapun.

Untuk kantor-kantor atau lembaga-lembaga yang memberikan bantuan hukum cuma-cuma, termasuk yang berada di lingkungan perguruan tinggi, yang memenuhi persyaratan yang dimaksud dalam kriteria huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e di atas, dapat mendaftarkan diri ke PERADI guna dipersamakan sebagai Kantor Advokat yang dapat menerima Calon Advokat melakukan magang. PERADI akan melakukan verivikasi atas pendaftaran tersebut.

Advokat pendamping hanya dapat menerima 5 Advokat magang. Sedangkan kriteria Advokat pendamping harus memenuhi kriteria :
a. Terdaftar dalam Buku Daftar Anggota;
b. Telah menjadi Advokat selama sedikitnya 7 (tujuh) tahun ketika akan mulai menjadi
c. Advokat Pendamping;
d. Tidak sedang cuti sebagai Advokat;
e. Tidak sedang menjalani sanksi pemberhentian sementara oleh Dewan Kehormatan PERADI;
f. Tidak sedang menjalani hukuman pidana.

Calon Advokat yang sedang menjalankan magang akan mendapatkan izin sementara praktek advokat dari PERADI setelah diterimanya Laporan penerimaan calon Advokat magang. Pemegang izin sementara dapat ikut sertakan dalam surat kuasa bersama dengan advokat pendamping.

Seorang calon Advokat magang melakukan pendampingan kepada Advokat Pendamping dalam menyelesaikan masalah hukum. Selama masa magang 2 tahun calon Advokat harus membuat sedikitnya 3 (tiga) laporan persidangan perkara pidana yang bukan merupakan perkara sumir dan 6 (enam) Laporan Sidang perkara perdata. Laporan atas setiap sidang yang dimulai pada sidang pertama sampai dengan adanya putusan atas masing-masing perkara dimaksud. Perkara-perkara dimaksud tidak harus merupakan perkara-perkara yang ditangani oleh Kantor Advokat tempat Calon Advokat melakukan magang.

Calon Advokat dapat menjalani masa magang di beberapa kantor advokat pada waktu yang berbeda, dengan ketentuan jeda antara masa magang di satu kantor advokat dengan kantor advokat lainya tidak melebihi 6 bulan.

Kantor Advokat dapat juga memberikan pembimbingan, pelatihan, dan kesempatan praktik di bidang lainnya kepada Calon Advokat, antara lain:
a. Berpartisipasi dalam suatu pekerjaan kasus atau proyek, baik di bidang litigasi maupun non-litigasi;
b. Melakukan riset hukum di dalam maupun di luar Kantor Advokat;
c. Menyusun konsep, laporan tentang pekerjaan yang dilakukannya berupa memo, minuta, korespondensi e-mail, perjanjian-perjanjian, dan dokumen hukum lainnya;
d. Menerjemahkan peraturan, memo, artikel dari bahasa Indonesia ke bahasa asing ataupun sebaliknya; dan/atau
e. Menganalisa perjanjian atau kontrak.

Untuk lebih jelasnya lihat
1. UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat
2. Peraturan Peradi No 1 tahun 2006 tentang pelaksanaan Magang untuk calon Advokat
3. Peraturan Peradi No. 2 tahun 2006 tentang Perubahan Pertama Peraturan Advokat
4. Petunjuk Teknis Peraturan Peradi No 1 Tahun 2006
5. Untuk melihat pengumuman dan segala lampiran untuk Magang bisa dilihat di situs peradi : http://www.peradi.or.id

About these ads
Standard

34 thoughts on “PENGUMUMAN PERADI UNTUK CALON ADVOKAT MAGANG

  1. Hilaria Lena,SH says:

    Pengurus PERADI yth,
    Dengan ini saya mohon petunjuk mengenai kelanjutan nasib saya sebagai salah satu orang yang telah lulus ujian advokad yang diadakan pada tangggal 6 Februari 2006, yang mana karena kesibukan saya maka magang saya baru selesai dan laporan akan segera saya kirim.
    Melihat konflik yang ada , apa yang mesti saya lakukan saat ini, apakah laporannya tetap bisa saya sampaikan .
    Terima kasih atas perhatiannya

  2. Dadang Agus Yuli Prihanto, S.Ag says:

    Saya sudah selesai mengikuti PKPA namun belum mengikuti ujian advokat ttp punya keinginan untuk mengembangkan ilmu saya tetapi mau magang syarat telah mengikuti ujian advokat dan daftar selalu ditolak. Trimakasih mohon bantuan dan petunjuk.

  3. Dadang Agus Yuli Prihanto, S.Ag says:

    Pengurus Peradi yang terhormat,
    Dengan ini saya mohon bantuan dan petunjuk dimana, saya telah selesai mengikuti PKPA oleh Peradi mempunyai keinginan mengembangkan ilmu bergabung dng advokat baik membantu menangani kasus volunteer atau mediasi di luar pengadilan namun selalu ditolak dengan alasan menerima yang sudah lulus ujian advokat. Terimakasih atas bantuan saran dan petunjuk.

  4. SYARIFUDDIN,SH says:

    KAPAN PEMBUKAAN TES PENERIMAAN ADVOKAT PERADI YANG BARU,DI TAHUN 2010 INI ADA APA TIDAK DAN BERAPA KALI DALAM SETAHUN PENERIMAAN CALON ADVOKATNYA???TERIMA KASIH ATAS RESPONNYA

  5. Juneddi Tampubolon says:

    Organisasi Advokat butuh tokoh baru.

    untuk solusi cepat demi masa depan penegakan hukum di indonesia, perlu adanya tokoh baru dalam organisasi advokat,,, saya sendiri sepakat ada wadah tunggal advokat, tapi seyoganya organisasi itu hrs lbh mengutamakan perlindungan dan pendidikan kpd anggota.

    Saya jg mhon perhatian agar peradi cari solusi utk cpt memberdayakan calon advokat baru, karena masyarakat diberbagai pelosok banyak yg membutuhkan advokasi dari advokat-advokat muda yang belum tentu advokat senior mau menanganinya..

    tks, hidup advokat indonesia..bersatulah.

  6. Rezos says:

    hmm sampai hari ini masih ruwet banget nyari tempat magang.. gmn saya mau buka usaha jasa hukum.. persyaratan nya tidak didukung prasarana.. saya yang muda dan berkeinginan berusaha bangga dengan titel calon pengacara jadi ngerasa “dipersulit” dengan syarat ini dan itu..

    pak.. kalau saya boleh tanya mungkin atau tidak setelah lulus ujian advokat kita membuka jasa konsultasi dengan menggunakan model kantorpraktisi tunggal..? itu non litigasi kan jadi apa perlu izin kartu dsb?

    karena jujur saya berharap punya jalan keluar dari permasalahan magang pada pengacara pendamping ..

  7. totokyuliyanto says:

    Setahu saya UU Advokat mewajibkan pemberi layanan bantuan hukum baik litigasi dan non litigasi “diharapkan” adalah Advokat, sehingga kasihan pengguna jasa saudara yang mengira advokat tapi bukan. Lagian proses non litigasi untuka memperoleh keuatan hukum juga harus masuki proses litigasi, daripada setengah jalan lebih baik mencari advokat pendamping untuk memberikan kebebasan waktu dan cara magang saudara. Bila bingung bisa bergabung dengan PERADI, sy denger mereka sudah merancang bantuan hukum peradi

  8. agung widodo. sh says:

    Pengurus Peradi yang terhormat,
    Dengan ini saya mohon bantuan dan petunjuk dimana, saya telah selesai mengikuti PKPA oleh Peradi mempunyai keinginan mengembangkan ilmu bergabung dng advokat baik membantu menangani kasus volunteer atau mediasi di luar pengadilan namun selalu ditolak dengan alasan menerima yang sudah lulus ujian advokat. Terimakasih atas bantuan saran dan petunjuk.

  9. agung widodo. sh says:

    KAPAN PEMBUKAAN TES PENERIMAAN ADVOKAT PERADI YANG BARU,DI TAHUN 2010 INI ADA APA TIDAK DAN BERAPA KALI DALAM SETAHUN PENERIMAAN CALON ADVOKATNYA???TERIMA KASIH ATAS RESPONNYA

  10. totokyuliyanto says:

    mas Agung yang terhormat, memang biasanya kantor hukum hanya menierma magang calon advokat yang lulus ujian, namun untuk menimba ilmu bisa dimana saja… coba anda bergabung dengan organisasi-organisasi yang memberikan bantun hukum seperti PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia) memang mereka memiliki keterbatasan dana, namun sayang kan ilmu anda bila tidak dipergunakan untuk membantu masyarakat… ujian kemungkinan diadakan di akhir tahun (coba cek web peradi dari bulan Juli – Desember )

  11. andra wiraputra says:

    ide untuk membuat bantuan hukum peradi sudah tepat dan bs dijadikan tempat magang para advokat yg br lulus, pengurus dpc peradi yg mengkordinir, masalah dana ajukan proposal kepemda atau pemprov utk tiap tahun anggarn untuk bantuan hukum masyarakat maka berkumpullah advokat muda yg membela masyarakat sehingga bibit wadah tunggal baru bs terbentuk..pengurus dpc harus banyak membuat terobosan agar advokat kedepan lebih kompak

  12. totokyuliyanto says:

    Sebenarnya sedang di gagas untuk dikeluarkannya UU Bantuan Hukum, dimana akan dikonsepsikan bantuan hukum menjadi tanggung jawab negara, termasuk juga menanggung biaya pemberiaan bantuan hukum namun masih terjedi perdebatan hangat :
    1. Siapa Pemberi bantuan Hukum ??
    2. Siapa Penerima Bantuan Hukum ???
    3. Bagaimana sistem Penerima bantuan hukum mendapatkan bantuna hukum dari pemberi bantuan hukum
    4. Masalah keuangan yang ditanggung negara??
    5. dll

  13. Reean says:

    Maaf mau tanya. Saya adalah seorang fresh graduated. yg
    saya mau tanyakan adalah bolehkah apabila seseorang mau mengajukan
    magang di kantor advokat tetapi blum mengikuti diklat PKPA,sementara
    tujuan magang itu sendiri bukan untuk beracara di pengadilan,
    melainkan untuk menambah wawasan hukum saja?

  14. totokyuliyanto says:

    Hmm saya setuju dengan istilah anda, bahwa seharusnya magang bertujuan untuk menambah kemampuaan / skill dalam dunia praktek, jadi menurut saya tidak masalah magang di kantor hukum, magang calon advokat ditujukan bagi para calon advokat untuk menambah kemampuaan dibidang advokat dan menjadi keharusan sebagaimana diatur dalam UU Advokat. Selamat Bermagang ria

  15. irfan rinaldy says:

    kepada dewan pimpinan peradi yang terhormat,untuk memenuhi syarat yang ditentukan bagi calon advokat peradi,saya sudah mengirimkan beberapa sarat yang ditentukan,antara lain 1,surat pernyataan kantor advokat,2.laporan penerimaan calon advokat magang,3.photo copy kartu tanda penduduk,past photo berwarna,4.photo copy izazah pendidikan tinggi hukum legalisir,5.poto copy tanda pengenaladvokat(ktpa)pimpinan kantor advokat dan advokat pendamping,6.surat keterangan magang dari kantor advokat,7laporan penanganan perkara yang sudah diselesaikan

  16. irfan rinaldy says:

    kepada dewan pimpinan peradi yang terhormat,saya adalah pemagang advokat,yang menjalankan praktek magang dikantor advokat,utoyo sumitro asmita kusuma,S.H,saya telah mengirimkan semua persyaratan yang ditentukan oleh peraturan peradi ke kantor dewan peradi di jl.rasuna said,kecuali sarat G dan H, yaitu sertifikat pendidikan dan sertifikat kelulusan ujian,advokat,namun sampai hari ini saya belum dapat kabar,dan saya belum mendapatkan kartu tanda pengenal advokat sementara,mohon petunjuk dan jawaban,terima kasih

  17. irfan rinaldy says:

    kepada dewan pimpinan peradi yang terhormat,saya mau tanya,bulan berapa diadakan ujian profesi advokat pada tahun 2011 ini,apakah bisa seorang pemagang advokat langsung mengikuti ujian,sedangkan ia belum pernah mengikuti pelatihan kusus propesi advokat?mohon keteranganya,terimaa kasih

  18. saya berharap kepada seluruh DPN.PERADI.Jakarta lebih memperhatikan Advokat yang megurus atau diberikan Kartu Tanda Pengenal Advokat (KTPA).Komentar dari.MOH.IWAN RAJASIPA.SH.ADVOKAT/PENGACARA.Alamat.Jl.Veteran.No.113.Kelurahan.Tanamodindi.Kecamtan.Paluselatan.Kota.Palu 94124.Propinsi.Sulawesi Tengah

    • totokyuliyanto says:

      Lebih baik sih tidak, namun bila terpaksa Saya pikir boleh saja asalkan agenda sidangnya tidak terlalu penting misalkan pada saat pembacaan dakwaan, menyerahkan berkas-berkas, pada saat pemeriksaan saksi saya saranka beserta dengan advokat pendamping.

      Yang jelas tidak boleh adalah menangani perkara sendiri dan membuka kantor sendiri, karena kasihan kliennya tidak dilindungi dari etika advokat

  19. Muhammad Taufik says:

    met pagi, saya mohon penjelasan nih, saya telah lulus upa 2010, dan saat ini dalam proses magang yang ingin saya tanyakan kapan jadwal pelantikan advokat baru, trims Bro.

  20. muhammad Taufik says:

    siang Mas Totok, mau tanya nih, apakah dalam proses magang calon advokat diwajibkan memakai atribut lengkap (toga & dasi) dalam beracara perkara pidana di Pengadilan. tks Broo…….

    • totokyuliyanto says:

      wah mas Taufik sudah siap mau magang jadi advokat nih, tergantung kebijakan kantor tempat anda magang, ada yang sudah melibatkan mereka dalam proses sidang ada yang hanya ditempatkan dalam membuat notasi persidangan, namun jangan kecil hati kedua-duanya penting, beracara dipersidangan seperti show menggunakan toga dan dasi menunjukan anda profesional, jangan pernah datang sidang pidana dengan menggunakan baju putih, celana hitam apalagi memakai peci, salah-salah anda ikut digiring petugas ke Rutan

  21. dirgantara says:

    pagi mas totok,saya berharap semoga tes upa tahun 2011 lolos amien..yang aku tanyakan sekarang,kapan pengumuman di beritahukan?thank….

  22. M.TAUFIK.SH.MH says:

    trrims atas petunjuk mas totok, tadinya saya memang sering pakai kemeja putih, celana hitam. pantes JPU pada melototi saya, untungnya ngak pakai peci mas,, he,,he..

    • totokyuliyanto says:

      Wah, untung anda belum pernah ditarik untuk menginap di RUTAN, tau sendiri penahanan di Indonesia, masuknya gampang keluarnya susah

  23. R. Samorano says:

    salam kenal mas, sy baru lulus UPA 2011, saya masih rada bingung, karena saya juga karyawan BUMN di bagian hukum, sy di beri kebebasan untuk melaksanakan magang oleh kantor saya asalkan tetap di daerah saya, tp masalahnya daerah saya adalah daerah kabupaten yang tidak ada kantor advokat PERADI (yg lain banyak) setahu saya hanya ada 1 orang advokat senior yang juga dekan FH di kampus di daerah saya, dan ada Juga beberapa LBH. mohon saran dan arahannya pak.

    • totokyuliyanto says:

      Ikut ikut saja di BKBH Kampus, nanti waktunya tinggal minta izin sm kantor, kalau susah yah nunggu tugas dari BUMN nya selesai

  24. Adnan says:

    permisi Pak, saya lulus UPA Peradi 2013. ada yg saya tanyakan
    1. jika sudah punya kartu izin sementara dan magang selama setahun, lalu pindah ke lawfirm lain (di kota lain), apakah masa magangnya kembali lagi dari awal?
    2. apakah bisa ketika memegang kartu izin sementara, magang di lawfirm sambil bekerja di perusahaan?apakah tidak dilarang oleh Peradi?
    kedua pertanyaan tsb pernah saya ajukan ke DPN Peradi via telepon namun jawabannya tidak memuaskan (dijawabnya tunggu kebijakan dari DPN).
    trims

    • totokyuliyanto says:

      Saya bukan pengurus PERADI, jadi pertanyaan anda lebih tepat bila ditanyakan langsung ke pengurus Peradi bagian pemprosesan magang.namun dari pengalaman saya dahulu saya juga pindah kantor, jadi 1 tahun pertama di kantor A dan 1 tahun terakhir di kantor B. Sy memberitahukan proses pemindahahan kepada PERADI. 2. Banyak kawan saya yang kerja di perusahaan namun masih memiliki kartu advokat, dan mereka masih menjadi Advokat karena bukan hal yang dilarang, apalagi Saudara baru magang. yang terpenting adalah tujuan magang bisa tercapai walau juga bekerja di perusahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s